Frans Thamura, Best Agnostic Javaman

Hypercompetitive War - Perang beda kategori jadi satu. numplek...!!

Jan 08, 2012 by Frans Thamura

Seru juga sekarang perang antar brand makin gak nyambung, sebuah perusahaan toolkit mengeluarkan USB, perusahaan USB ke market SSD terus perang dengan perusahaan harddisk yang juga ke SSD.

Perusahaan monitor ke Smartdevices, seperti ViewSonic

 

Yang lebih seru lagi adalah perusahaan kamera yang terkenal dg langsung jadinya yaitu Polaroid ke smart devices juga

sebuah toko buku onlne, juga jualan tablet..

 

Jadi apa beda Amazon vs ViewSonic vs Polaroid, serta Victorinox vs Krisbow vs BOSCH. Dapat dibayangkan nanti private brand seperti Ace Hardware keluarkan juga Tablet, bersaing dengan HTC. 

 

 

GoogleApps Edu -jtechnopreneur.com- vs Microsoft Live@Edu -mandraguna.com-

Jan 08, 2012 by Frans Thamura

Setelah sebuah meeting kecil dengan pihak Google, resmi deh jtechnopreneur.com menggunakan layanan GoogleApps for Education. Dengan kata lain Meruvian, sekarang ada 2 domain untuk anak magang, yaitu jtechnopreneur.com menggunakan Google Apps for Edu, dan mandraguna.com menggunakan Live@Edu.

Terasa sekali jelas, Microsoft harus belajar mengenai Web User Interface, dan apa itu kemudahaan, terlalu banyak popup dalam menggunakan Live@Edu, khususnya untuk membuat sebuah mailinglist yang hendak menambahkan user diluar domain, harus menjalankan script dengan PowerShell yang hanya jalan di Windows. Gubrak!!!!. Dan itu dijawab oleh CS-nya adalah by design.. Gimana bisa, kok setup harus pake Windows.. kekeke. dan Windows barang langka di Meruvian.

Yang menarik dari Google Apps for Edu, semua layanan google didapat, beuh banyak banget.. yang terpenting googlegroups.com dipakai dengan nama domain jtechnopreneur.com, sehingga resmi domain magang adalah smk.magang.2011@jtechnopreneur adalah google groups, beda sebelum diupgrade ke Education

Penampakan yang jelas dari GoogleApps ini adalah bisa ikutan mailinglist googlegroups.com, padahal dahulu gak bisa.. Ini jeleknya GoogleApps, kalau gak versi Business dan Education.

Selain itu juga jTechnopreneur.com sudah bisa G+, tetapi yang belum 18tahun, kita matikan..

Dengan menggunakan 2 services ini, baik GApps ataupun MLive, terasa bagaimana MS dan Google melihat Web dan user pemakainya. Dan pengalaman bekerja di kemudahan. Long way to go for Microsoft. Apa karena Steve Balmer bukan orang teknis, sehingga hal seperti ini bisa lolos ke pasar. Bayangkan orang yang mau host aplikasi di MS Live for Business. nangis2 deh kebanyakana click sana sini untuk sebuah pekerjaan.

Jadi on the plan to remove mandraguna.com sebagai default services untuk anak2 magang di Meruvian..

 

Stay tune.

Pendidikan diera Campur Aduk alias Multiple Output, Multiple Data Source dan Mashing Up

Dec 21, 2011 by Frans Thamura

sekitar 2004, saya membuat konsep awal cimande, dengan multiple resource dan multiple output.

 

2004 ternyata niatnya hendak banyak implementasi, dan output JSON/XML, bisa ke Flash, HTML, bla bla, menarik kan, seperti AJAX untuk multiple konsep, Flash di web, HTML yah web, sampai Delphi yang aplikasi Desktop.

ini konsep kerjanya, dibuat sekitar 2001.

 

yang menarik, setelah bergelut sekian tahun untuk me-realisasi ide ini, Cimande 2.0 membuat implementasi ini jadi kenyataan. termasuk mengadopsi PASIR yang jadi ide awal, dan akhirnya jadi deh JSON/XML output , dengan nama REST, bukan SOA WSDL seperti dalam konsep awal PASIR. Nah ini dia slidenya.

 

 

Tidak terasa yah 2001, dan mau 2012.. sudah satu dekade utak atik ini ide.

Sekitar 2008 keluar edisi RESTnya. ini slidenya

 

Yang seru dari semua ini, program yang awalnya adalah versi opensource dari program mengenai streaming, untuk membuat setiap anak di seantero australia bisa tidur nyenyak , karena orang tuanya super sibuk, terus setelah 1 dekade ini malah jadi program pendidikan untuk membuat sang anak memiliki masa depan lebih baik.

 

Project cimande ini ternyata berubah, dari dulu ingin ke banyak teknologi non Java, sebagai output, menjadi 2 area saja, yaitu Web dan Mobile. Untuk Web kita ada versi Web Worspace dan Web Mobile Workspace , 2-2nya pakai JQuery, satu JQuery total (plus sedikit ExtJS untuk Tree), dan JQUery Mobile untuk mobile web. Untuk Mobile kita menggunakan Android, dan Android grow dari Smartphone ke Tablet, dan kita siap2 mengeluarkan enginenya, nama enginenya Midas dibawah bendera Meruvian, bukan BlueOxygen lagi.

Selain itu untuk datasource, dahulu hanya database saja, sekarang multiple datasource, dari Database tentu saja, GIS server, Content via CMIS, sampai Workflow (belum selesai, pakai Joget).

Malah secara implementasi, Cimande bisa consume Cimande sebagai data source. karena outputnya sudah metadata, konsep gabungan beberapa datasource kalau versi web, sering disebut Mashup.

Nah yang baca blog ini, apakah nangkap inti dari roadmap yang dikembangkan disini, dan ternyata ini adalah kasus umum, sudah coba Facebook versi web mobile dan android/iphone.. betul!!! yah itu salah satu finalsolution yang dapat dikembangkan.

 

Yang harus dicermati, pendidikan kita, yang notabenen RPL, tnetu saja dg permintaan market seperti ini, masa depan mereka menjadi sangat cerah, super cerah tepatnya, tetapi sang anak apa mampu dalam usia muda mengerti minimum inti dari blog ini. Sehingga tahu bagaimana berkarir? Padahal kurukulum pendidikan masih pakai yang versi 2008 dengan Delphie atau Visual basic dan PHP, yang notabene bahasa delphi dg pascal, VB dg basic dan PHP dg php script.. 

 

yang kita kembangkan disini, semua total 100% Java, kecuali widget Javascript.. di PHP juga pakai Javascript kan.. :)

 

kasus diatas adalah fondasi dari semua solusi 2012, dan rekan-rekan saya sudah membuatnya, diseluruh industri. Tapi pendidikan kita, masih berjalan ditempat, mungkin pusing dg kisruh politik dan rame-rame korupsi, sehingga yang ini ditinggalkan. Jadi jangan kaget bilamana Anak anak khususnya SMK, tetapi berjalan ditempat alias 50% menganggur tidak bisakerja di industri, dan 50% kerja di industri yang masa depan suram, alias saat 35 akan mental dari industrinya juga.

 

 

 

Membuat REST API yang bagus dan mendokumentasikannya

Dec 13, 2011 by Frans Thamura

Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun bermain-main dengan REST, dan semua pengembangan di Meruvian Network, baik itu proyek yang didapat oleh tim Meruvian maupun rekanannya, adalah REST standard. 

Mulai dari Depkeu DJKN (mm statusnya gimana ini kerjaan), sampai Depkeu DJA (Dirjen Anggaran), menggunakan Cimande sebagai kernel aplikasinya, dan ini 2 proyek yang kontradiksi sekali dari bagaimana proyek ini bisa sampai ke meja hijau kami. Indonesia oh Indonesia.. mengapa dikau tega.

REST API ini menarik terutama setelah terinspirasi bagaimana Stephan mendokumentasi REST API dari Devoxxnya 2 tahun lalu.. yup 2 tahun lalu, dan bagaimana Peter menghack Android Google I/O menjadi Devoxx Client, yang akhirnya di hack balik oleh tim Meruvian menjadi salah satu anggota keluarga proyek MIDAS (MID-Apps Solution).. tahu dong MID apa. 

Jadi di MEruvian sangat-sangat REST, dan 100% aplikasi yang dikembangkan adalah REST based.

Mengacu pada Project Avatar yang membuat HTML5 + CLoud, sebuah inisiatif yang dikembangkan oleh Oracle.. mmm bangga dapat menjaga leadership Meruvian dalam solusi, Walaupun kita tahu, negara ini tidak menerima inovasi.. Dead Country for Inovator but Corruptor.

 

Berikut adalah REST documentation yang menjadi acuan, yup betul sekali, kami sedang mendokumentasikannya bukan mencari tahu bagaimana membuat REST, silahkan kunjungi Devoxx. REST Interaface.

 

Menarik sekali dalam implementasi REST dalam dunia Struts2, dimana setiap POJO yang merupakan ORM, dikirim ke browser menjadi JSON. Semua programming sebenarnya hanya untuk menutupi keamanan kalau membuka database di internet. CouchDB way?

NB: ada yang tahu bagaimana setelah WS-I pass away dan menjadi OASIS... 

Osmosa Project dan Enterprise GIS...OpenContent!!!

Dec 11, 2011 by Frans Thamura

Sekembali dari Jepang, banyak hal yang dikerjakan, tetapi makin membuat kegiatan tidak hanya Java terjadi, gak disangka, dah berapa banyak yang out of Java, oop tapi semua masih berhubungan, walaupun prefered development in this area is not Java.. hughes...

Sering posting di OSGeo selama 5 tahun membawa saya ke dunia GIS, dan akhirnya berlabuh dengan project Osmosa.net, thx to Acong yang kasih hosting dan server. This is amazing work, start from mapnik, nyasar ke mana-mana.. 240GB map dunia gratis.. sampai ke level jalan raya. amazing work. Belum lagi server dan script tambahannya, buat teler dan gak selesai-selesai bacanya.. dude, i am not focus..

Belum lagi utak atik OpenStack, mulai dari post sana sini, jadi deh OpenStack-id, oops, ditengah jalan ada  orang Ubuntu posting, dan 11.10 official OpenStack.. jadi keinget saat disuruh lengser dan menyerahkan domain ubuntu.or.id, dan akhirnya kehilangan kemampuan mengelola milisnya, by one of person that i brought to the mailing list.. tapi ini Ubuntu 2.0, kekeke.. let's we see what will happen shortly. Stackops sepertinya bagus untuk mulai OpenStack, silahkan coba, dan foundernya ternyata memonitor saya sejak dahulu kala.. mmm jarang-jarang nih. Shocked me, saat mengajak kerja sama. 

Yup, kembali ke Osmosa.net, awalnya adalah ide Maning, untk mengelola OSM Indonesia, kebetulan Openstreetmap.or.id dikelola Kate (HOT Director, dan USA Citizen), agak aneh komunitas lead by outsider, dan ternyata OSM community terpecah-pecah, they are still newbies in community development, but GREAT in community contribution ala Wikipedia.

Osmosa dimulai dengan Mapnik, jalan ke mod_tile, lanjut ke OpenLayers, dan akhirnya berlabuh di Android, OSMAnd.. mantap... a good menu for fanatic culiniary , coba deh.

Dalam waktu dekat, setelah portal sudah terisi (http://portal.osmosa.net), mirror planet segera dapat dinikmati oleh semua pihak di IIX, dan tentu saja jadi makanan default bagi yang ke Meruvian.

Diagram venn-nya benar-benar terjadi didunia content, Java menu ada, Javascript menu ada, server datasource standard menu ada, sampai implementasi solusi mobile, ada semua.

Kalau bukan pencinta makanan berat, lupakan deh... heavy weigh yang menarik, khususnya kalau bisa gabungkan 4-5 komunitas menjadi satu kesatuan program yang saling terhubung. Jawaban kepada yang menolak kerja sama dalam pengembangan komunitas, dan belum tahu painfullnya kelola komunitas di Indonesia. Why should u create new one or create something without collaboration, amazing useless.. siapa dia.. :) semoga yang baca salah satu dari mereka... mm yup, ada beberapa...

Target Osmosa adalah membuatnya jadi alternatif GoogleMap dg API yang mantap, membuat solusi diatasnya, dan yah, betul kita akan launch product online dan opensource diatasnya.. wait and stay tune.

 

Komunitas Indonesia vs Jepang, Pengalaman visit FOSS4G.

Nov 27, 2011 by Frans Thamura

Sebuah pengalaman menarik mengenai berkunjung ke Jepang, untuk  saya ini sebuah visit yang menarik.

Dimulai dari jemputan oleh Iwasaki yang merupakan orang GIS Jepang, bekerja di pusat riset GIS pemerintahaan, sekelas Bakosutranal kalau di Indonesia. Diantar ke area Kashiwa, kampus milik Tokyo University, terus kenalan dengan Toru, yang merupakan owner dan founder, Ornkey, ternyata beliau adalah orang yang selama 6 tahun jadi diskusi saya antara Geoff, Dave McIngga (DM Solution). dunia sempit...

Acara masih seputar share, saya hanya 2 hari, tidak terasa, lanjut ke Osaka naik Shinkansen (Wow 800 km 2 jam saja), sama dg kecepatan naik pesawat. Transit beberapa kali, di Kyoto, Nagoya, langsung sampai Osaka. 

Perjalanan dari Tokyo ke Osaka, dan selama seminggu lebih di Osaka, seperti makhluk pencinta kereta api. Sampe wegah hidup disana, karena hidup dari stasiun A ke satsiun B.

Yang menarik dari pertemuan OSGeo/FOSS4G di Jepang ini adalah, banyak profesor sharing semua hasil risetnya, dan tidak sedikit yang menuliskan riset dg kampus top tier di Indonesia.. yang kita tahu lah siapa mereka. Tetapi saya tidak pernah melihat dan mendengar hasil presentasi mereka di komunitas, maklum sudah hampir 12 tahun urusan dg komunitas, kalau digabung dg Bogor Computer Club, sejak 1992.. hampir 12 tahun.. mungkin sang dosen yang share, hanya satu orang, yah itu Micheal Sunggiardi, kekekkee.. 20 tahun 1 orang.. ngapain aja yang orang di Indonesia

Makan malam seperti beer party, dan tidak sedikit yang kalau ketemu Prof X, oleh para PHD, didatangin dg senshei-senshei, sampe ada jumpa idola. GILA bro, ini komunitas... hal yang mustahil di Indonesia. Prof mungkin diwaktu kosong seperti ini, dengan keluarga, cucu atau berproyek dengan pemerintah, ngapain ngebeer dg mahasiswa, dan tidak sedikit yang mahasiswa S1, tapi kagetnya mostly master dan phd student.. wow... Ada yang anak master mau share di komunitas kita????

Suasana persaingan kental terjadi, terlihat sekali kolektif protektif model Jepang, disini.

Padahal ide undang saya dan rekan-rekan asia adalah untuk menyatakan Jepang ingin melead ASIA.. wow... (NB: saya juga sedang berusaha menjalankan JUG-Asia... <img src=)" title=":))" />.

Multi culture terjadi pada undangan, ada Gerald dari PErancis, Daniel dari Jerman, Jack dari Perancis (INRIA), Manning dari Philipina, Bomp dari Thailand, Venka (orang Pune, India yang 20 tahun di Jepang), serta Miyakoda, nah yang terakhir kebagian baca tulisan tangan jepang, yang mostly 100% yang bersama saya, tidak ada yang bisa mengingat tulisan tangan di menu makan. 

Kultur Jepang mengenai wanita sulit maju, sangat kental, dan jadi diskusi, sampai saya perlu berjam-jam meyakinkan Miyakoda untuk mau usaha IT, maklum beliau adalah Master Degree Geoinformatic specialis security di Internet.

Yah itu pengalaman saya, dan saya sedih juga, mengapa di negara ini profesor suka sekali menyimpan ilmunya, padahal dari review presentasi saya dari para professor yang kerja dengan banyak kampus, sampai riset dg UCLA, Berkeley, ternyata hanya biasa-biasa saja... bayangkan dg para profesor yang mulai dikenal media sebagai plagiat...

Tetapi dengan visit ini, akhirnya saya berusaha untuk menghidupkan OSGEo yang sudah dibiarkan sejak 2008 tidak ada kegiatan, serta kalau ditilik dari 2006 Mei, saat saya pertama kali buat osgeo-id@yahoogroups.com dg anggota seiprit, OSGEO Indo di list.osgeo.org sudah 41. bandingkan dg member JUG yang 4500. WOW.... 

Ada ide memajukan Indonesia, kalau para profesor seperti ini.

Dotcom sendiri atau shared - Blibli.com / Rakuten vs Erafone.com

Oct 12, 2011 by Frans Thamura

Yang menarik, beberapa bulan ini sepertinya mulai ramai bisnis ecommerce, tetapi semuanya seperti apa yang tim Prodesain lakukan di 2001, bedanya sekarang teknologi lebih advanced, tetapi biz model kok gak beda jauh.. Ini masukan buat innovator dotcom matamata.com yang sekarang sibuk dg bisnisnya masing-masing, dari Dennis yang berGalleria, Christian yang buka Ismaya Group, Jackson yang bukan BreadLover. Serta implementasi matamata yang bernama tokoFIP.com yang notabene ingin membuat online edition dari 7-eleven, eh Henry malah pegang 8 eleven sendiri. Itu setelah 10 tahun lebih project ini dikerjakan. 25000 items lebih dari Toshiba (TopJaya), sampai CD (DutaSwara), semua disiapkan.

Sekarang semua terulang kembali dengan new player, sampai the matamata's founder friend in the board.. as blibli.com owner...maklum saat itu WTC saja masih tanah jack.. sekarang diharapkan jadi center of fish competition.. Satu kilo ikan nila di export vs satu kilo arawana super red, gedean mana.. got the point?

Ada yang menarik saat ini, saya melihat banyak brand owner buka dotcom sendiri, seperti Sanyo dengan TokoEneloop.com. Juga ada store produk IT yang lumayan brand kuat, seperit Bhinneka.com, serta shared hosted Eraphone di Blibli.com dan Rakuten.co.id.

Yang menarik ini screenshot yang saya buat, mengenai eCommerce gelombang 2. Where one of the player, still our friend.

Bhinneka.com

TokoEnelop.com dg PHP, magento?

Eraphone di Blibli.com

 

erafone di rakuten.co.id

 

dan ini dia, erafone.com, store mereka sendiri.

 

Saya sendiri tidak tahu, kenapa mereka (blibli.com dan rakuten.co.id), saya ambil 2 kasus ini karena diback oleh group besar, satu oleh Djarum, satu oleh MNC. Yang notabene 2-2nya bukan player didunia ini. Betul...!!! mereka tajir.. tajir = sukses in new venture.. we will see.

Yang menarik kenapa hanya erafone di blibli.com bukan ratusan vendor.. dude, we did this before.. 10 years ago.. apakah kasus sama dg 10 tahun lalu, itu data di entry sendiri. Yang betul sekali.. saat itu kita entry sendiri, vendor kita malas banget.. dan kita tandem dg biz consulting, membantu reform dotcom mereka dibawah prodesain. Tapi era itu SOA belum ada, sehingga data yang di entry terpisah.. kecuali shared database untuk TokoFIP.com, mmm sayang saya gak tahu screen shoot versi hijau dari matamata.com ini.

 

Saya tidak melihat kelebihan dari blibli.com yang iklannya seantero Google Ads sampai TV Digital Ads di seantero Jakarta.. huh.. they spend too much.. apa akan tutup ini blibli.com sebelum dia besar.. rule yang kita gunakan untuk grow dulu, dan BIG MISTAKE!!. Renteng ke Kaskus.us kah, sebagai another sister? Saya blm menemukan ilhamnya, sebab 50m US$ untuk kaskus.us sekarang, BEPnya kapan ini yang beli.. gila juga ini negara, ada yang punya uang segede ini untuk dibuang.. WE grow in pain of ass.. but i believe this model, tetapi tentu saja in between better.  Jadi inget teori pak toto sugiri ke saya, invest in more than 10 years without deviden, itu baru investasi. beuh Meruvian baru 6 tahun.. with personal investment :( long to go..

 

Nah saya sendiri gak tahu, buat apa Blibli.com dan Rakuten.co.id, mempromosikan erafone diwebnya, dan kenapa bukan agregator dan comparison sebagai kekuatannya. Ada yang pernah beli pake 2 dotcom ini. Atau another competitor belibu.com?

 

Jujur saja, saya beli di tokoenelop.com, dan sudah visit kantornya, ini bukan show-room tetapi office sendiri, dengan 1 resepsionis.. PT SAT harus belajar banyak mengenai dotcom, tapi in a good start, tetapi ini dotcomnnya masih generasi lama gini. sepertinya ini prospect buat TokoEnelop StoreAPI... mmm... nyam nyam... good idea for another AppGallery di BlueOxygen. Tentu saja dengan reseller, dapat komisi. MervStore.com linked to TokoEnelop.com.. keren kan.. yah memang menurut saya seharunya gitu. 

Blibli.com kalau mau melakukan itu, atau Belibu. pasti akan move to strong API container.. Java? kekeke, $$$ for us... terus juga harus bantu .com owner migrasi ke API REST business.. nyam nyam.. let's the mashup rule the market.. 

Ada yang pelajari uniquness blibli.com vs rakuten.co.id.. saya malah lebih suka tokobagus.com dg personal subdomainnya, masukan buat tokobagus.com, buat subdomain bisa host as his own domain. another niche market buat lazy people yang mau punya dotcom sendiri, apalagi gratis.. mm saya daftar buat mervstore nih..atau versi premium tidak ada kata tokobagus.com.. mmm model ini dah dijalanin Jeff, saat dia di Sydney 2001, mm kemana ini anak, long time not see, after we broke our company/venture.. saya tag deh dengan Arief, untuk nostalgia.

 

Malah saya berharap Djarum itu punya dotcom, seperti djarumsuper.com, dan ynag baru djarumsupermild.com digabung dengan ini dotcom.. gotcha.. Rokok ... beberapa orang menganggap ini barang haram lo... biar pak Heru, reply kalau ada yang mau tanya...

 

Saya masih gak ngerti ini 2 dotcom dibuat kalau model usaha seperti ini, dan buat store sendiri dg modal magento, sudah bisa fight. 

Coba, kamu mau beli via BliBli.com atau Erafone.com?

 

 

 

 

Jiwa Bersaing dan Penantian Kemenangan

Oct 09, 2011 by Frans Thamura

Mungkin judul blog ini terkesan egois yah. Tetapi yah ini yang ditumbuhkan, inti dari program kerja jTechnopreneur di Meruvian. Everything is about competition.. gitu ganti.

Yup, ini hal yang ditumbuhkan didalam Meruvian Camp, ego tidak mau kalah, mencari ceruk nasi, menguasai persepsi serta memenangkan peperangan virtual yang sangat berbeda dengan ekosistem peperangan.

Pertumpahan darah menjadi hiperbolis, dan yang menarik, ini bukan real competition, tetapi cooperative, sebuah kerja sama yang saling membunuh, sebuah pertemanan yang saling membunuh, atau sebuah konspirasi yang saling menghidupkan. Yang mana yang bener yah..

 

Peperangan yang dibuat ternyata, tidak bisa tuntas, sebab kita tidak bisa membunuh sang RAJA, seperti jaman era SAM KOK, dan tidak dapat melahirkan dinasti, sebab yang kalah dapat kesempatan ke-2, ke-3, ke-100, sampai sang Alam memanggilnya.

 

Terlihat sekali, jiwa agraris menunggu lebih baik, dari pada berjuang menikmati peperangan yang tidak menghasilkan kemenangan sementara. Jiwa yang mendominasi kehidupan rakyat Indonesia. Tidak suka berkompetisi, bernaif ria ditengah sosialisasinya, tidak sedikit menggunakan malpractise, untuk mendapatkan sebuah persaingan. Hidup Nazaruddin!!! Tokoh Nasional idaman 2011.. muda, kaya, tidak perlu pintar, sukses, tajir.. solat rajin?

Saya sendiri tidak percaya dan yakin dengan kemampuan SDM negara ini untuk bersaing, beban yang muncul jauh lebih besar daripada bantuan yang diberikan.. Tetapi metode paman saya mengenai bagaimana menjadi salah satu pemain kuat motor bekas, hanya dengan membuat seorang preman paling bengis hutang budi, belum didapatkan.. Kapankah sang preman mau menghamba dengan saya... Masalahnya premannya mana. tukang palaknya tidak sama dengan kasus paman saya, tetapi everything more virtual... mari kita menunggunya.

Yang menarik dengan grow siklus penjualan motor dengan stock motor yang ujubileh, sang preman, saya jamin telah jauh lebih wealthy daripada saat dia melakukan premanisme. Wong beliau yang menggeser motor-motor saat saya mau nitip mobil saat pulang kampung. Tidak terlihat sangar.. Tetapi efeknya dia bergabung adalah membuat keamanan yang ujibileh besarnya terhadap usaha paman saya.

Nah karena pola pikir ini, mengapa beberapa orang bertanya ke saya, kok itu member yang menjelekan lo (maklum saya kan Owner milis JUG Indonesia), ada yang menyudutkan... maklum saya mengganggap para pengganggu itu Zakeus... Suka gak suka, they give me revenue.. thx to be anti my direction and opinion. Sebab dengan membalance ini semua, terjadi sebuah perselisihan dan meningkatkan persepsi dan public relation.. More bad, more better.. Sebab disini kita do something dan valuable.

Got the point?

 

Jujurnya saya sangat menikmati posisi ini, tetapi sayangnya pelajaran mengerti ini semua, belum ada yang lulus.. maaf team .. HONEST!!! nih..

 

Tetapi yang menarik, enemies of the state di dunia virtual, berkembang dari 6 secara resmi di 2001, menjadi diatas 2000 di 2011 ini. WOW!! dan yang 6 terakhir, sampai hari ini tetap bertahan.. YUP!, karena yah itu gak bisa dibunuh, hanya alam yang memanggil. 

Mirip dengan perseteruan CultBranding Apple, semau bernafas lega, karena Steve Job meninggal diusia yang sangat muda 56 tahun, mimpi buruk melawan idenya yang cemerlang berhenti. Apakah tim Apple dapat meclone Steve Job.. Kalaupun bisa, bukan Steve...Tuhan telah mengatakan, cukup sudah, atau mungkin lg butuh inovator di surga untuk menggantikan tugas malaikat dengan inovasi lain disana.. iHeaven?

Yang menarik dari semua ini, ternyata Long Tail, benar-benar terjadi. Kalau jaman baheula, kita dalam peperangan terganggu, kita bisa mengajak perang, membunuhnya, terus selesai... sekarang tidak bisa. kita harus hidup dengan sang penganggu.. dan menikmatinya sebagai penganggu permanen dalam realisasi impian, sampai sang penganggu mati.

Abad ini 300 Spartan lawan 3000 Persia, apa yang terjadi. SPARTAN is the WINNER!! karena tidak bisa dibunuh, dan LONG TAIL tetap memberikan ransum dan obat untuk sang Spartan.

 

Tertarik jadi Spartan in Long Tail World?

 

Value dan Kemakmuran

Oct 01, 2011 by Frans Thamura

Blog kali ini membahas mengenai value atau nilai, untuk mencapai sebuah kemakmuran.

Sebuah teori diusung, mengenai pengelolaan sebuah program komoditas, yang market leader. Hal ini karena saya terilhami dengan leadership produk lokal seperti So Klin yang telah bertahun-tahun lalu mengambil mahkota Rinso, sampai group Wings ada embargo di Afrika karena market leadernya 75%.

Sebuah model dibentuk menganut teori, jalan, stabil, gak perlu untung banyak tetapi tidak bisa mati. Dibuat entitas tersebut memberikan penghasilan, dan di buat menjadi banyak, sampai definisi kemakmuran terbentu.

Oleh karena itu mengapa aliran Java saya lebih ke sosilis daripada ke kapitaslis. Apalagi di era ini, hampir semua vendor yang nongkrong di negara ini, GAGAL total mengelola SDMnya. Semoga Risman membaca blog ini.. 

Yang menarik untuk menciptakan stack yang lebih tinggi valuenya, cara termurah adalah mengkomoditaskan level paling bawahnya, sehingga terbentuk viral marketing. 

Saya sedang menggeser sebuah value yang overprice dimarket mengenai SDM Java, serta regulasi yang merugikan yang sekarang sedang muncul, yang dipingpong oleh Kemenkeu- Kemenind, sehingga kalau kita export akan 10% lebih mahal dari negara tentangga GOTCHA.. u are kicked... so buat apa invasi, atau ada inovasi apa mengatasi regulasi ini.. 

Tapi sayangnya umumnya, dan ini terjadi di Meruvian, juga, semua ingin enak, duduk, kerja yang dia suka, dapat bulanan, dan tidak tahu, persaingan diluar sedemikian gaharnya, dan regulasi sedemikian merugikannya. Jadi tahu dong kenapa SDM di Indo harganya harus dibawah negara lain? 

Tapi export SDM ke luar negeri, sebenarnya tidak mengatasi juga, sebab kalau negara ini dibuat pintar, dijamin di STOP, ada yang mau nampung 1 juta Programmer/tahun? Sepinter apapun..

 

 

Gaji dan Saham.. mau mana? Pekerja atau Pengusaha

Sep 21, 2011 by Frans Thamura

Menarik sekali, sudah hampir 8 tahun lebih bersentuhan mengenai kewirausahaan, dan berita terbaru Meruvian telah menghasilkan satu PT Mervotura yang dikelola oleh duo mahadewi, Nita dan Mila.

Kasus ini menarik, sebab jadi diskusi saat meeting baik mapping kurikulum, program beasiswa Meruvian, sampai diskusi outsourcing. Dari yang bilang gila, sebab anak kecil kemarin sore, bau kencur disuruh buat usaha. Disuruh saya tebalkan, karena itu seperti pemberian, sebuah PT tersebut, bukan inisatif dari dirinya, sehingga jadi pengusaha adalah tugas bukan panggilan. Beberapa memberikan masukan yang kejam dan sinis, karena banyak yang menolak progam ini, sampai dibilang "lo goblok, jangan buat orang Indonesia pinter, nanti lo ditusuk, prilaku dasar orang Indonesia sangat gak tahu diri, lo nanti kena batunya, ngajar, terus ditikam, dibunuh, ditinggal".. mm, bukan itu saja, saat Meruvian buka beasiswa juga, sama, "jangan kirim gituan deh, buat masalah nanti, jangan buat pinter negara ini..". beuh kok sangat miris yah.. ternyata yah gitu lah, memang penuh perjuangan negara ini, sudah diciptakan masuk kasta lumpur sepertinya.

Tapi yah kalau gak dicoba, gak jadi permainan, ini seperti jual diri dan masa depan dg program ini, yang mana programnya ini memang sangat menusuk, apalagi kalau sudah 4 th di meruvian,sudah tahu Meruvian jualan apa, dan kalau 8 tahun, mm real enemy kalau diluar.. tapi bisa jadi real partner.. Yah kita angkat teori, dari semua yang busuk pasti ada yang wangi.. siapakah itu?

Model jTechnopreneur Meruvian ternyata menarik, tetapi sayang unit usaha yang terbentuk masih sedikit, sebab permainan sebenarnya baru keluar setelah berbentuk group of group, nah lo, saat ini baru node based.. Glodok model of business.. :) saya gak terangkan, harus tanya yang ini.

Dari semua program kerja yang makin hari semakin memaksa siswa berjiwa pengusaha (yang aneh, umumnya 80% dari murid kami adalah Muslim, dan ada pegangan menarik yaitu Nabinya, M. SAW, telah berdagang sejak usia 9 tahun, berburu, memanah), tetapi umatnya, sudah 15 tahun, disuruh buat tugas, uju bilah susahnya. Sepertinya memang benar tidak ada hubungan agama dan kepercayaan dengan kelakukan di Indonesia.. Sehingga dari 1 kasus rekening gak normal DPR, dilaporkan, dalam satu acara Democrazy, diberitahukan itu 100 lebih, jadi... 100% bermasalah, diangkat 1 saja, sebagai figurisasi public.. 

Diskusi termenarik adalah dua hari lalu, tanggal 19 Sept 2011, di depok, mengenai program roadshow kewirausahaan, yang langsung setelah sekian lama, akhirnya "dibatalkan", karena mahasiswa sekarang itu prilakuknya, adalah kerja kerja kerja, dan short term, artinya seperti mental tukang becak. Inisiatif yang menarik, dicuekin, program kerja masa depan, dicuekin, kerjaan gak berguna tetapi ada ego short term, diuber.. Sebuah efek dari DPR yang korupsi total?

Yang menarik dari ini semua, berpikir jauh kedepan, dan menimbang value dari sesuatu sangatlah rendah, dan resiko keputusan ingin yang pendek dan mengguntungkan, akibatnya semua bergeser ke gaji yang jelas, pasti, dan tidak mau mengambil resiko. Padahal secara nun jauh setelah ini semua, saat otak semakin lambat, semua tidak berguna lagi. 

Diskusi yang menarik senin, kemarin, mengenai vendor yang jadi client kita, sebuah perusahaan yang usianya satu abad, mengenai program kerja yang focus ke jualan, tidak ada support, dan hampir semua clientnya di era korupsi ini adalah 100% pemerintah. mantap, jadi create project, product dijual, quota terpenuhi, terus next levelnya gak ada.. Beberapa malah jadi ributin lisensi. Sayang sekali gerakan opensource kita juga dikelapai pedagang sekarang, sehingga menjadi dagang tanpa kejelasan arah, dan juga total pemerintah.. menariknya sales kita gak ada pemerintah nih .... di era katanya pemerintah yang hanya bisa spend.. menghilangkan akhlak demi sebuah penjualan, membunuh masa depan perusahaan secara langsung.. maklum masa depannya akan diisi lulusan Meruvian.. kekek, narsis yah.

 

Saat vendor besar makin create project, sampai jadi berita KPK, malah Meruvian melawan arah dengan membuat services online (Mervpolis, tunggu yah edisi 2.0nya, mantap pasti), membantu yang dibuang menjadi generasi masa depan. Dan terima kasih ke pada Gunadarma, tahun depan kita akan coba kelas khusus jTechnopreneur, dengan percepetan kelulusan. Semoga anak magang siap untuk menjalankannya menjadi pengusaha berikutnya.. success ratenya berapa % yah?

Diharapkan lahir generasi yang menyukai saham, dan bisa meramaikan bursa, daripada generasi pencita gaji, tetapi kerjaan tidak pernah diselesaikan, intinya gaji jalan terus, tetapi kerjaan selesai kapan kapan (ini sepertinya permintaan esti dulu nih, esti!!! kamu baca blog saya gak... inget gak, boss, gaji kita harus ditransfer terus, kerjaan gak selesai, yah gimana... kita perlu makan.. kekeke. dijawab oleh saya, bayarnya gaji kamu kan pake kerjaan ini, gak selesai gak dibayar. dibales.. wah itu mah bukan urusan kita.. gubrak!!! gini lo staff di indonesia..).. apakah disana juga gitu?

Yang menarik dari semua ini, sampai hari ini, menimbang value sebuah pekerjaan, nilainya berapa, blum pada nyambung, jadi komunitas yang nyambung urusan ginian, sangat sulit, ada milis baru Startup Lokal, juga masih belajar meraba apa itu buat startup, bukan menilai, berapa value dari startup yang dibuatnya. Akibatnya generasi strategi sepertinya tetap harus diisi asing, dan kasta negara ini kasta rendaha..

 

kemana Anda mau berjalan?

Market Penetration dan Ecosystem Development

Sep 18, 2011 by Frans Thamura

Tahun 2011 sepertinya makin seru untuk inisiatif, dan semakin "tidak" beraturannya sebuah cara bertahan hidup manusia di Indonesia. Beberapa keluhan dari ketua Jurusan TI mengenai push untuk membuka kelas Animasi, padahal sedang digodok kurikulum kampusnya agar lebih berwirausaha.

Sedih sekali, 8 pilar industri kreatif yang berbasis digital yang dipetakan, ternyata hanya 1 yang dijalankan, apalagi yang paling tua dan menghasilkan uang dan paling sustain yaitu enterprise sepertinya adalah program paling tidak disukai. Malah regulasi yang mendukungnya tidak pernah bener. Yang lebih parah kasus eKTP yang selalu aja ini kementerian dalam negeri buat berita gak bagus, terjadi lagi, setelah sistem SIAKnya tahun lalu.. 

Akibat dari ini semua, terlihat sekali bisnis dan pemerintah semakin buruk hubungannya, alias seperti suami istri yang sedang cerai, tetapi gak bisa cerai.. 

Saya tidak membahas ekosistem negara ini yang semakin barbarian, tetapi saya mengajarkan bagimana melihat ekosistem negara ini, maklum generasi pertama enterpreneur berbasis teknologi khususnya Java sudah lahir, sebuah perjalanan panjang kalau ditilik dari program Meruvian, yang dimulai maret 2006, awal-awal malah nama Meruvian lahir bersamaan dengan Sepak Bola di Barcelona.. yah pikir sendiri deh jadi tanggal berapa lahirnya.. (mengacu ke domain meruvian.com yang saya beli).

Saat itu (dahulu kala), ini blog seperti dongeng saja, awal-awal JENI berdiri, kita membahas mengenai sebuah platform pendidikan yang industrial, sehingga lulusanyna dapat membuat produk, sayang sekali stakeholder yang lain malah membawanya ke area propietary dari content yang dikembangkan, tetapi kita tetap melanjutkan inisiatif open content ini, silahkan ke http://space.meruvian.org, mulai dari buku saya baik MVC maupun Compiere sudah ada disana, silahakn download dan distribusikan, sampai opencontent project terbaru kami yaitu Midas..

Kami tetap terus mengembangkannya, sebab kita ingin mengoverdrive sebuah ecosystem, walaupun efeknya, market brand value kami semakin rendah saat ini, karena makin banyaknya kompetitor, tetapi yang menarik community yang dikembangkan semakin mandiri, ini bagus dong, sebab sang founder gak perlu memanage lagi.

Menarik sekali, semua pola pikir ini berusaha diturunkan ke generasi berikutnya, sehingga mereka dapat menjadi Change Agent. Yang lebih parah lagi, gara-gara program kerja ini, hubungan saya dan visit saya kekantor pemerintah semakin dikit, malah visit saya ke CBD Jakarta alias Segitiga Senin hampir jarang terjadi, ini artinya saya makin jauh dari mengalami kemacetan. Sampai membuat aturan tambahan, jangan meeting dg saya di hari senin atau jumat.. kaya gak butuh duit aja ini yah.

Penggodokan kemandirian telah dimulai sejak oktober lalu, dan kaget tidak terasa sudah 1 tahun, ternyata membuat market itu mahal dan lama, dan klimaks yang diwarn ke tim adalah january 2011, tetapi ramalan terjadi sekitar lebaran kemarin.. GOTCHA!! I won again all .. :)

Team Meruvian yang senior sekarang adalah Directors..dan sedang dalam penggodokan untuk membuat direction, menjadi visonaire, yang konon ras visonaire adalah species endangered di Indonesia. Yup, betul sekali, kalau mereview Meruvian, memang sedang terjadi kaderisasi dan reformasi. Saya jadi merasa melihat diri saya ditahun 2001, dengan model yang lebih ideal sekarang tentu saja. Maaf kepada Shareholder lainnya di PT Intercitra, i still believe that the mistake in yours, but thx for the first cycle of hopes..

Saya berusaha memberikan mereka di Meruvian, harapan dan mimpi, yang kita coba realisasikan bersama-sama, saya sendiri tidak tahu apakah saya ini terlalu protective, manja, atau membimbing, sebab ekosistem yang saya kembangkan sepertinya berusaha mengeluarkan pengalaman buruk dan tidak ingin membuat pengalaman buruk terjadi dalam generasi baru Meruvian ini.

Saya sempat masuk therapy penenang oleh dokter hendra, di kelapa gading, saat umur 28 tahun, karena beban untuk menyelamatkan Intercitra, walaupun akhrinya karena tekanan merger oleh pihak pemegang saham mayoritas, membuat saya akhirnya menjadi FREE, dengan memiliki usaha yang 100% own by me.. thx shareholders.

Model awal Intercitra, sebuah whitespace dikembangkan oleh seorang CEO (Saya sendiri), dengan gaya bandel, karena dipaksa untuk focus ke internal group, tetapi saya tetap ingin membuat market leadership secara independent, sekarang malah modelnya lebih ke mentoring, atau malah giving sepertinya. Karena mostly the client is drived from Meruvian brand rather the new brand (unit usaha yang dijalankan para tim senior Meruvian). Client yang tidak akan didapat bilamana Meruvian/Frans Thamura dihapuskan.

yang sama dari model Meruvian dan Intercitra adalah dimulai dari menjadi tim internal/pegawai, untuk memulainya, sehingga bilamana ada yang tanya, gimana bisa jadi pengusaha di Meruvian, mmm, be part of US first gitu... Sebab kultur yang terbentuk sangat berbeda, dan saat ini, suka tidak suka, the platform for technopreneur sudah terbentuk dan malah sudah mulai expansi ke non Java.. Risman mungkin berhasil mencuci otak saya, sehingga menggeser program yang Java only menjadi ECosystem driven.Walaupun saya sendiri teler memikirkan ini semua. Tetapi yang menarik reposisi baru ini membuat LEADERSHIP yang berbeda dan semakin unique, sehingga secara competition menjadi semakin kuat.

Meruvian is moving become real country.. yup betul. sebuah negara virtual didalam negara bernama Indonesia...

Dalam pengalaman saya menciptakan seorang director dan unit usaha (company), memerlukan minimum 3 tahun, dan saya melihat model ini semakin kompetitif setelah anak-anak magang yang makin hari makin pinter, karena sebuah mindset telah tertanam jauh sebelum siswa ikut program ini, jauh hari dikelas 1 SMK.

Saya sendiri tidak tahu untuk mahasiswa, bagaimana masuk kedalam ekosistem ini, maklum technopreneurship kan dikumandangkan jauh di kampus, tetapi saya jamin ekosistem kampus kita tidak mendukung terbentuknya technopreneur secara langsung, dan market driven. Kecuali dosennya 2-kaki, pengusaha yang jadi dosen, atau dosen yang jadi pengusaha, yang mau membagi ilmunya.. Masalahnya 2 kaki itu kurang, harus community leader, sebab ecosystem kan modelnya komunitas. GOTCHA!!!.. see the uniquenessnya..

Dalam model technopreneurship yang saya kembangkan, terlihat antara Meruvian, JUG dan komunitas baru bentukan saya, semuanya terhubung dan tidak terlepas, sehingga membuat setiap orang yang ikut dalam program ini, suka-tidak-suka harus ikut mengelola semua ekosistemnya. Saya sedang mencari model, untuk mereka yang hanya mengelola komunitas untuk tetap bertahan hidup alias sustain tanpa harus mengerjakan banyak jabatan, sehingga lebih focus ke market penetration daripada ecosystem penetration. Sebuah pekerjaan rumah yang sangat sulit dan sekarang sedang dikerjakan.

yang menarik, sebuah perjuangan sejak 2001, untuk lead di Java ecosystem, mulai berbuah, wow 10 years.. dude...artinya teori brand leadership yang dulu dikumandangkan oleh para suhu saat itu di marketing club, seperti Kafi Kurnia dan Pak Soebakti HotlineAD. semakin menjadi kenyataan.

Sebuah pola pikir 2 tahun pindah, adalah sebuah mindset yang merusak diera ini. Jadi buat mahasiswa, mulai lah hati hati mencari pekerjaan, dan salah langkah, satu siklus personal brand development akan hilang, dan biasanya tidak ada kesempatan ke dua. Selamat datang dikejamnya kehidupan. be the one or get out!

 

Sayangnya dari ekosistem yang saya buat, ternyata belum ditemukan sebuah mekanisme yang sustain dari sisi revenue, sehingga multiple role and insight harus dilakukan, untuk menutupi semua ini. Padahal saya sudah maju dalam product driven sejak 2001 pertengahan. Mengapa massive marketing sangat sulit di Indonesia, salut untuk Wings yang membutuhkan hanya 27 tahun untuk lead di market..oops, lebih lama toh.. kekek. jadi.... 

TIPS: coba bandingkan model diatas dg yang dikerjakan Nokia dg WP7nya.. dude, we are in the right line... wanna join?

Aptitude Test Online versi Android dari Mervpolis

Jul 14, 2011 by Frans Thamura

Alo semuanya, sekarang kita sedang revamp mervpolis.com menjadi portal yang lebih friendly, paralel dengan release Cimande 2.0 yang sangat modular.

Apa itu Mervpolis, dapat melihat slidenya 

 

Nah ada versi androidnya sekarang, untuk DISC test, sudah tahu dong DISC, sangat popular di Indonesia sejak dipromosikan tahun 1992. Sebuah test mental yang mencakup 4 area DISC. berikut slide mengenai DISC dan 4 kepribadian manusia.. 

 

Untuk versi androidnya silahkan download di 

https://market.android.com/details?id=com.mervpolis.ma.disc&feature=search_result

 

Kami tunggu feedbacknya..dapat email ke saya dulu deh ke frans@meruvian.org.

 

ditunggu test DISC versi Androidnya yah, dan jangan lupa save resultnya, disarankan ujian ini dilakukan setiap 100 hari, dan mari bersama-sama kita mendesign therapynya

 

F

 

 

Dari jTechnopreneur Menuju ke Total Integration.

Jul 09, 2011 by Frans Thamura

 

tidak terasa, sejak january 2008, mencetuskan ide untuk roadshow JENI, tetapi karena pak gatot ke seamolec, diganti jadi jtechnopreneur roadshow, ke 8 kota. Kemarin, tepatnya kalau jujur sejak 2 bulan lalu, sejak secuil code dari tim Joget, mengenai integrasi Cimande dengan Joget, untuk membuat Cimande memiliki fitur workflow dan XPDL. tim Joget mengembangkan dg SpringMVC, bukan Struts2.

Bermula promosi aplikasi Java, untuk memberikan inspirasi kepada mahasiswa, mengenai peluang dari solusi yang dijelaskan, dari Liferay, sampai Alfresco. Jadi naik pangkat, tidak bahas OOP atau Portable.

Kemudian lahir diagram pengembangan setelah JENI, yang saya sebut jtechnopreneur stacks, berikut diagramnya

 

Mungkin karena kurang cerdas ini kepala, bertahun-tahun, yang diingat adalah integasi aplikasi didalam Medallion, kemudian BlueOxygen adalah menciptakan solusi aplikasi siap pakai dengan Cimande. Yama adalah integration framewok yang hasil akhirnya adalah Cimande, malah sekarang Yama adalah adik dari Cimande, sebuah integrasi framework dengan SpringMVC. Dimulai dari review kode kecil Ifnu, berkembang menjadi cimande lain.

3 tahun lamanya Cimande dari MVC Web menjadi REST MVC, dan dari plugins tidak stabil, sekarang kami telah ada REST MVC bisa dengan SpringMVC (Yama) ataupun Struts2, (CImande). 

Ternyata selain Cimande yang revolusi menjadi REST based platform, ternyata banyak solusi yang didalam Medallion juga menjadi REST-based platform, dimulai dari riset Shark sekitar 4-5 tahun lalu, yang notabene menjadi Joget sekarang (tim Malaysia sukses membuat Shark lebih relevan dipakai), dilanjutkan dg Activiti, serta Alfresco yang memiliki SOAP dan REST Web API.

Disisi lain tim Midas (mobility meruvian), telah sukses membuat Android aplikasi dg Theme sendiri dan bisa berbicara dengan framework buatan internal baik Yama ataupun Cimande, tanpa harus merubah code, dan tentu saja kita telah berhasil membuat MVC yang standard antara Yama dan Cimande, sehingga pemograman SpringMVC dan Struts2 seperti minum teh dan kopi.

Berikut adalah diagram dari integrasi dari stack dibawah jTechnopreneur, yang dalam sisi implementasi hasil dari program ini akan kami segera hadirkan untuk Anda, yaitu Mervotura. apakah itu, sabar yah, silahkan baca next blog of me.

Open Development di Meruvian - Developer Ecosystem ala OpenSource

Jul 05, 2011 by Frans Thamura

Hal yang menarik dari Cimande 2.0 RC2 saat ini adalah berubahnya ANT yang telah menemani pengembangan BlueOxygen selama lebih dari 10 tahun, menjadi Maven. Saat ini di Maven Central, kami sedang mencoba implementasi archetype, sehingga pengembangan modul tidak memerlukan link antar project, mekanisme yang telah digunakan beberapa tahun ini. Yang menarik dari Cimande 2.0 selain RESTfull, adalah modularitas dari Maven, serta juga, adanya implementasi Nexus dari Sonatype yang berjenjang.

Untuk memudahkannya, berikut adalah diagram ecosystem dari pengembangan didalam Meruvian. 

 

Awalnya kami menggunakan Nexus di UGForge, Forge milik Universitas Gunadarma yang kami kelola selama beberapa tahun ini. Ternyata dengan diimplementasikannya Nexus oleh Java.net, dan memiliki fitur mirror ke Maven Central, dimana Maven Central ternyata juga dikelola oleh Sonatype juga. Dedicated support team bernama Juven Xu, telah menjadi sahabat kami selama beberapa minggu ini.

Coba saja lihat ke www.maven.org, cari Cimande, keluar pasti. 

Menarik sekali bukan.

Tentu saja hal ini terjadi bagi mereka yang mengembangkan aplikasi OpenSource, kenikmatan ekosistem yang tidak dimiliki oleh para programmer propietary.

Dengan adanya replication ke Maven Central, secara otomatis proyek didalam Meruvian dan BlueOxygen, akan terpublikasi secara global, dan diharapkan dalam waktu dekat akan ada implementasi patching ala Maven untuk semua solusi yang kami kembangkan.

Sangat menarik sebab lebih dari 30 proyek dibawah BlueOxygen, dan semua akan dibuat menjadi JAR untuk ditaruh di MavenCentral, dan ini pengembangan aplikasi Enterprise model baru.

Selain itu sepupu Cimande telah lahir bernama Yama, sebuah implementasi workspace ala Cimande menggunakan SpringMVC sebagai Controller. Serta juga ada sepupu Cimande bernama Medallion, yang merupakan proyek integration antara aplikasi enterprise popular dunia, serta medallion ini juga dibuatkan connector baik untuk Cimande maupun Yama. Diagramnya silahkan menyusul.

Tertarik bergabung secara serius.

Model pengembangan kita adalah open development, dengan keanggotaan bersifat aliansi dibawah Meruvian Network

Linking Nexus @ Java.net with Meruvian's Edu Program

Jul 02, 2011 by Frans Thamura

 has been a while since Java.net use Kenai, and of course, this is amazing a lot of things.

Has been several months, I never visit SF.net.. ... pitty me.

we move the JIRA now, still several project, we dont know how to move the current issues to current JIRA. anyone can help?

Now, Java.net have nexus that manage directly by Sonatype, thx to Juven Xu, that help me, esp testing several missing steps in my notebook, and i believe our first unworking snapshot in the Maven.java.net now. He helps me until midnight, Jakarta time, shocked that he is from Sou Zhou, near Shanghai. That why our time near his time..

2 our core platform called cimande and yama, now in progress to become part of maven. We are ANT user since 2001, and now we use totaly Ant.. still confusing.. please review our first deploy in Maven.J.net.

54 kids now waiting to use this maven, as our education program, so this year the curriculums is changing again, we use maven, and we use our own nexus also. hope the ecosystem will start and replicated to MavenCentral.

We are working to make this archetype in the "right" deployment.

Share |
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!





View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:



Search

 

« January 2012
SunMonTueWedThuFriSat
1
2
3
4
5
6
7
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
    
       
Today

Links

Feeds




Navigation