Sulitnya berkoordinasi dan sinergi, cooperative as strategic program
Sebuah prilaku yang baru yaitu bekerja sama dengan musuh besar, menjadi trend saat ini, malah ternyata saya telah membuktikan, memberikan result lebih baik daripada bekerja sama dengan teman, yang malah dalam bisnis, umumnya kompetitor yang paling berbahaya adalah malah teman kita itu sendiri. Lucu kan.
Malah dalam berwirausaha, musuh terbesar kamu adalah teman kamu, yang paling dekat, yang tahu semua kelemahan kamu dan juga mengetahui bagaimana kamu bekerja dari awal.
Sehingga sinergi dengan kompetitor yang segment berbeda, menciptakan sebuah segment baru, dimana ini disebut cooperative.
Yang lebih seru lagi, bilamana segment baru ini , ternyata adalah saingan kerja sama antara perusahaan rekanan dengan competitor rekanan kamu yang juga competitor kita yang sedang bekerja sama. wah ini kalimaat panjang dan jelimet.
Tentu saja prilaku diatas dapat dilihat bagaimana Nokia bekerja sama dg Intel, Intel dengan Apple, Nokia vs Apple, Google bekerja sama dg launch iPhone, dan Google Android vs Apple iPod/iPad/iPhone. Diluar dari Microsoft vs Apple vs Google vs Nokia - Symbian.
Jadi yang semua in cooperative environment, dan harus ada sebuah program kerja bersama, tanpa ini semua kita tidak akan naik ke level pasar terbaru.
Persaingan yang terpublikasi adalah yang memasuki benak calon pembeli, yang diharapkan menjadi penjualan, dan pertumbuhan.
Bandingkan dengan prilaku, subbing (menusuk dari belakang) yang sering kita dengarkan terjadi dalam praktik kita, tetapi juga konspirasi (bekerja sama) untuk membuat sesuatu deal terjadi. Ini adalah phase awal dari sebuah persaingan, teman yang mencuri idea, dan terus maju sendiri, adalah hal umum terjadi disekitar kita, malah kalau dipelajari lebih lanjut, itu adalah karakter yg umum dibeberapa tempat disekitar kita, makanya perilaku dan asal usul kita mempengaruhi. Berkonspirasi alias bekerja sama terhadap sebuah visi sehingga goal, juga hal lainnya. Tapi konspirasi umumnya berbeda dg kerja sama, ada unsur politik didalamnya.
Konspirasi yang kuat menciptakan oligopoli, yang dapat kita temukan dalam industri peternakan ayam, yang mana kebetulan ayah saya, dulu bagian dari industri ini, tetapi sekarang oligopoli ini telah dapat dibreak dengan lahirnya raja-raja ayam lokal, yang mana ternyata semua raja ayam lokal ini bertempur keras di Jakarta. Coba deh, kasus GAPPI vs Pengelola Ayam vs Mitra Ayam (ayah saya di area ini), menjadi kasus menarik. Juga bagaimana Wings yang memiliki industri bahan baku sabun, melawan Rinso dg So Klinnya, sampai ke Afrika. Setahu saya Unilever membeli bahan bakunya ke sang competitor ini loh, dan apakah ini yang membuat Rinso tidak jadi penguasa pasar lagi..
Jadi... apakah anda telah bekerja sama dengan musuh terbesar Anda, dan apakah Anda telah melakuan program "perang" melawan musuh Anda?
Menyelesaikan bottleneck link and match dg SKKD, dg JIT dapatkah?
Menarik sekali minggu ini, karena "kecelakaan" wak onno mempublikasikan SKKD TIK, yang mana ini belum final.. banyak masukan, terutama seperti kesan daerah terhadap SKKD 2008, yang blum searah.
Apalagi yang SKKD 2010, yang notabene merupakan content terbaru, yang dimana saya sendiri ikutan nimbrung, malah banyak hal kita tambahkan, dan ini mungkin SKKD pertama yang melink 3 elemen utama TKJ, RPL, dan MM menjadi satu, dan link industri sangat dibutuhkan untuk membantu persepsi dinamis industri -- yang diera globalisasi ini, berubahnya lebih cepat dari nafas kita sendiri--.
Diskusi yang kuat antara para narasumber, yang kebetulan ada beberapa pengusaha dan juga professor.. jarang-jarang ada profesor dengan pengusaha bisa makan siang bersama, malah tidur bersama dalam satu kamar (tetapi tentu saja beda ranjang. huahua).
Opini mengenai pentingnya gelar yang dibawa sang profesor, dan juga solusi yang dibutuhkan industri menjadi sorotan, tetapi tentu saja diskusi "pemerintah menjadi momok" industri usaha juga menjadi topik hangat disela minum kopi, ditambah voting bank century dengan slengehan bernama kasus pencuri. yang membuat hubungan kita semakin hangat dan tidak formal. Maklum saja buat SKKD ini selain diundang dadakan, juga dari pagi jam 7 sampai jam 9 malam, dengan form-form yang ditambahkan ditengah tugas kita.
Diskusi paling hangat dari semua bidang adalah guru, yang merupakan sosok transfer keilmuan, jadi industri ingin A, anak harus bisa A, melalui mediator guru, tentu saja ada mediator lain yaitu diknas, disini adalah PSMK. jadi ada 2 layer birokrasi yang harus dilewati untuk membuat link and match menjadi sempurna.
Menurut mantan mendiknas pak rajiman, mengenai pentingnya link and match, dan juga saya pribadi yang ingin link and match menjadi sedemikan sempurnanya, sepertinya mirip dengan teori kesempurnaan. Sebab kita tahu gap itu pasti ada.
Tugas diknas dan sekolah membuat semua terstruktur menjadi sesuatu yang disebut kurikulum, saya melihat kurikulum ini malah mirip MPS (Master Production Scheduling) dari teori MPR, sebuah teori produksi, yang mana dilawan dengan teknologi Pull yang identik dengan Toyota, kata lain dari Just in Time.
Saya belum menemukan metode pull ala kanban ini didunia, dan saya mencoba membawanya ke area SKKD ini, sehingga JIT atau Zero Defect terjadi. sehingga link and match benar benar sempurna.
yah SKKD ini adalah impulision driver untuk menuju JIT education model. Walaupun kita jangan lupa ada Six Sigma, yang membuat 3 lapis filter, yang konon membuat kesempurnaan sampai 9.999%. mantap...
tapi ada 2 layer persepsi yang dicari, negara ini yang makin terselubungi kabut -contoh bank century-, dengan globalisasi yang makin cepat dan semua harus sama rasa sama berani sama gilanya.. dimana gap antara globalisasi dan negara ini semakin hari semakin jauh, indicatornya adalah kecantikan invesment yang turun, malah deindustralisasi.
Jadi banyak kan bottlenecknya, mulai dari guru yang menjadi mediator kebutuhan industri (yang dipercaya adalah salah satu faktor penghambat, diluar dari susahnya mencari guru loh -- diskusi dg pak alkaf adalah sulit mencari guru--), diknas yang merupakan bagian dari pemerintah yang sedang berkabut suram, serta lingkungan yang juga sedang suram seperti infrakstruktur rusak, regulasi tidak mendukung, deindustrialisasi. Melengkapi semua masalah link and match, yang mana semua ini sebenarnya simple, yaitu memberikan akses lebih besar ke siswa oleh industri, tetapi tentu saja tidak semaunya. Maklum industri itu identik dengan perang, dan kekacauan terjadi disana. Malah tidak sedikit yang dibayar dengan darah pemiliknya (kasus bunuh diri Laura dari Apartemennya). Biarpun perang sekarang lebih tidak fisik dibanding 50 tahun lalu, tetapi ini masih tetap perang. Sun Tzu sangat dominan disini.
So, solusinya gimana?

Spektrum 2010 dan Dimensi Karir Programmer
Minggu ini saya akhirnya dapat duduk dengan tim penyusun SKKD buat SMK. SKKD atau singkatan dari Standar Kompetisi - Kompetisi Dasar, adalah landasan penyusunan kurikulum SMK. Kebetulan tim narasumber adalah Pak Onno dan saya yang dari industri.
Ini beberapa hal yang saya tambahkan didalam SKKD yaitu Keterangan Tambahan mengenai definisi dan kemungkinan karir, dimana ini adalah hal generic yang semua orang khususnya programmer.
Kombinasi antara stack technology, jenis teknologi dan jenjang karir, memberikan kombinasi yang hebat 4x3x3 dimensi. banyak sekali bukan
nah ini detail dari semua itu:
Jenis Pekerjaan
- Programmer adalah pekerjaan yang berhubungan dalam pembuatan dan pengembangan aplikasi atau komponen
- Analis adalah Pekerjaan yang berhubungan dalam desain aplikasi atau komponen
- Arsitek adalah Pekerjaan yang berhubungan dalam desain sistem dengan skalabilitas
Stack Teknologi
- Aplikasi adalah sebuah piranti lunak yang siap digunakan oleh pemakai akhir
- Platform – Komponen adalah sebuah bagian dari aplikasi yang dapat digunakan ulang atau menjadi landasan pengembangan aplikasi
- Teknologi adalah sebuah piranti lunak yang digunakan untuk membangun piranti lunak baik berbentuk komponen ataupun aplikasi jadi yang mengacu pada spesifikasi piranti kerasnya
- Mobile adalah piranti lunak didalam piranti keras bergerak yang digunakan untuk kebutuhan khusus seperti telepon, telpon genggam, GPS, TV, Kiosk, ebook reader atau piranti embedded lainnya
- Desktop adalah piranti lunak berjalan didalam lingkungan dengan layar yang lebih luas seperti PC atau notebook atau netbook
- Web adalah piranti lunak yang berjalan didalam browser
- Enterprise adalah piranti lunak yang berjalan dalam lingkungan skalabilitas tinggi baik sistem yang dapat dikembangkan secara scale up ataupun scale down

Bonanza dari Meruvian
Resmi 2010, kita mengadopsi program fairness sharing antara team didalam Meruvian, kelebihannya setiap pegawai/anggota team didalam Meruvian memiliki kesempatan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi dan juga punya usaha sendiri.
Sebuah topik diskusi yang menjadi hot adalah bonanza achivement, sebuah kata yang dicetuskan Agung Kus S, yang merupakan salah satu nara sumber program Meruvian, yang konon adalah strategy marketing. Saya belum berani bilang ini program syariah, tapi kita mencoba mengadopsi unsur2 fairness dari syariah. Terimakasih kepada Pak Iwan Pontjo atas buku dan pencerahaannya, juga Pak Badai Sitepu yang memberikan banyak ide mekanisme usaha mikro dengan IT menggunakan model syariah ini. Juga pak Heru Wiryanto yang membantu pemetaan mental yang akan menjadi tools default pengembangan atau aptitude test.
Pergeseran posisi dari pegawai menjadi rekanan didalam Meruvian baru saja dimulai, senangnya program kerja ini mendapat dukungan team yang bagus, dan semoga team yang akan maju ke public dapat diterima public dengan baik.
Program bonanza adalah target bagi mereka yang ikut program Meruvian 4-in-1 (M4in1), bacanya main, tapi 1x, bukan main-main 2x mainnya, artiya bermain / latihan dengan kewirausahaan, yaitu program terpadu mapping kurikulum, kerja industri/magang, beasiswa dan kewirausahaan. Bonanza adalah sebuah achivement lebih dari standard yang dinegosiasikan dan diharapkan, bisa berbentuk insentif, aknowledgement, ataupun sesuatu yang intinya diatas standar yang dapat diraih.
Ayo siapa yang tertarik ikutan program M4in1. Get the Bonanza!
Ikan Hias Dunia dan Landscape Indonesia, dan mengapa harus pakai Microsoft?
Sudah tahu, 75% ikan dunia dikirim dari Indonesia, jadi hobi terbesar di dunia (pertama adalah fotografi), sumbernya Indonesia. Seberapa besar, saya lg cari tahu, tunggu aja blog berikutnya. Sudah tahu Indonesia adalah penghasil cupang serit terbaik didunia, negara manapun gak bisa buat cupang serit seperti yang dibuat Indonesia, air kita diberkati, sehingga orang langsung tahu, the best beta crowntail, pasti dari Indonesia. Terlalu banyak cerita hebat dari Indonesia, tetapi....
Sudah tahu pengexport 97% ikan hias adalah Singapore, Agrobisnis Thailand sudah sejak kita kecil dikenal, sampai keluar kata akhir "Bangkok" seperti Durian Bangkok (sekarang Manthong), untung saja gak keluar istri bangkok.
Meeting terakhir saya dg teman di San Francisco, membahas image negara Indonesia, yang tidak baik, dan yang hebat triliunan rupiah keluar tiap tahun untuk membuat pemerintah kita bisa makan, and what do they do? saya bukan brand indicator expert, jadi berapa brandnya.. yang pasti saya mendapatkan dari buku Faisal Basri mengenai Landscape Indonesia 2009, intinya simple, make your citizen smarter so they can make a better decision. buku yang harus punya.. saya suka dg statement Pak Faisal, Indonesia itu bisa 9%, tetapi kenapa pemerintah maunya cuman 5%, Mengapa? u know lah why.... negara ini selalu dibuat lo gak perlu 9, jadi 5 aja, jadi deh UMR country lama-lama.
Padahal brand penting sekali, untuk kita bersandar, dan image ini penting, sayangnya kita gak ada direktorat pencitraan negara, hick hick... dan setahu saya data kita ini penyedia ikan hias dunia, sudah sejak saya SMP, saat saya dianggap Raja Ikan Sekolah, hua hua, title keren, yang membuat saya ingin kuliah perikanan, tapi karena gak disetujui ortu, akhirnya nyasar kedunia teknologi gini..masuk ke market yang terbalik dari pasar ikan hias..huhu... hope someone can help this out. Indonesia is none in technology market.
Masalah utama bisnis perikanan dan semua yang menggunakan tanah, itu sudah menjadi rahasia umum, maling dari orang sekitarnya.. keamanan hal paling krusial di negara ini, tetapi tetap hebat kan bisa supply banyak sampai 75%. Saya rasa kasus kelapa sawit juga gak jauh-jauh berbeda, no 1 penghasil kelapa sawit.
Oke, diatas curhat saya.. nah balik ke segment saya (area usaha yg masih saya geluti, gak kerasa sejak kelas 2 SMA, saat masih bantu Toko Kota Baru dan Toko Lily, dan sampai sekarang masih digeluti). amazing consistent kan.
Saya melihat Microsoft (ini sebenarnya simbol priciple luar), masih menjadi primadona, kebetulan saja palign banyak diserang karena imagenya sebagai anti OpenSource..sampai ada lowongan baru, Linux and OpenOffice Compete Lead . mantap kan. Microsoft aja ada divisi seperti ini, compete lead.. kenapa kita gak ada. where is CMO Indonesia in our goverment? CMO -> Chief Marketing Officer. Menarik kalau seorang pencitra dari politisi.. ancur negara ini. belajar aura marketing mix dari tekanan partai..
Saya masih akui brand Microsoft masih kuat, dan suka gak suka OpenSource semakin kuat lagi. hu hu... Saya senang part of this movement, since 2001 we develop OpenSource and keep moving forward, named BlueOxygen.. padahal OpenSource itu underdog.. and like it or not, sesuai dengan petuah pak jabrik, negara ini negara underdog.. Apakah ada leader yang tersentuh dan mau menjalankannya, selain menggunakan fasilitas pajak kita?
this is just an opinion (sebenarnya useless hope). tapi belive it or not, nomor itu dimulai dari nomor 1. (atau 0).. Selamat Tahn Baru 2010..
NB: saya berpikir branding itu penyombongan diri, padi makin berisi makin merunduk, apakah di era globalisasi, sudah saatnya kita merunduk, karena juga market leader dibeberapa hal (CPO, Ikan Hias) , sebab yang goblok yah customer kita, kenapa beli dari SIngapore gak langsung ke kita.. tapi kenapa 20 tahun lebih masih tetap beli dari Singapore. nah loh....
Opini tentang Proaktif dan Defensif
Salah satu dari 7 habit adalah proaktif, dan lawannya defensif. Ini adalah sebuah kelakukan kita terhadap sesuatu. Proaktif itu artinya aktif mendatangi bukan menunggu atau bertahan ala defensif.
Penilaian orang itu proaktif dapat dilihat dari berbagai faktor, malah kalau digabung sama sesuatu yang unik dan tidak umum, bisa disebut orang paranoid. Tapi bukan blue ocean itu adalah membahas keunikan sehingga menjadi penguasa pasar. Ini mirip ada orang jujur ditengah2 perampok, siapa yang aneh.
Sudah tahu kalau ada sekelompok orang alon-alon kelakon dan defensif dan berkuasa (maklum kekuasaan kadang membuat kita buta, dan merasa terbaik), melihat orang proaktif itu seperti melihat orang ngelunjak yang gak tahu diri. Tapi kalau ada orang defensif ditengah orang-orang proaktif, pasti dicemooh sebagai kategori orang yang tidak mampu, gak berani, pengecut. Kasus ini mirip perang DI vs SC dalam mental indicator DISC, perang yang gak akan kelar, karena 4 elemen D, I, S, C itu seperti kelenjar dalam tubuh kita yang membuat kebalance, bayangkan kalau kita gak ada ginjal, pankreas, dijamin mokat.
Tantangan terbesar gimana orang DI dan SC atau orang proaktif dan defensif ini bisa bekerja sama, dan menjadi sebuah kekuataan, bukan melihat lo itu sombong atau lo itu sukanya diem gak berani maju. 2-2nya perlu, kalau dalam peperangan semua maju, yah mendingan kita gak perlu perang, datangin aja tuh kantor pusatnya yang kosong take over, buat barikade, terus biarin orang yang maju perang pas pulang gak bisa pulang, lama-lama juga kelaparan mati kan. Tapi kalau semua defensif, produknya gak dijual-jual dong, santai dengan keadaannya... itu juga buruk
yang menarik, ternyata opini level standard minimum orang sombong dan orang pengecut itu berbeda-beda dalam sebuah komunitas.
Jadi ada sat kelompok bilang wah dia terlalu proaktif alias sombong, tapi ternyata dia itu termasuk orang defensif dikelompoknya. Nah apa yang terjadi kalau 2 kelompok itu bertemu.
Nah dimanakah Anda berdiri sekarang?

Medallion One, Jebakan Komoditasi dan Kekuatan Merk
OpenSource adalah sebuah model implementasi yang kalau dilihat dari diagram David Aaker adalah yang paling rendah, yah itu level komoditas. Value transformasinya tentu saja juga paling rendah, dan kita perlu mengupgradenya menjadi sebuah merk yang lebih berharga dengan merubahnya menjadi sebuah produk, atau layanan atau sebuah konsep transformasi, baru deh ada nilainya.
Karena medianya adalah Internet, penyebaran OpenSource akan lebih cepat meluas, seperti wabah penyakit, dan sangat cepat menjadi sebuah brand yang kuat, implementasi yang sama terjadi pada Compiere, tetapi, threat-nya juga tinggi, apalagi end user dari Internet adalah mahkluk paling egois dan predator dimuka bumi bernama manusia, yah walaupun predator, tetapi ada nilai-nilai negosiasi yang dijunjungnya sebagai manusia. Konon sebuah negosiasi atau aturan kontribusi yang benar akan membuat dia menjadi growing, contohnya adalah proyek Apache, tetapi ternyata gak semua opensource proyek ke Apache kan, ini artinya masih ada ego lain yang membuat manusia suka sendiri, inget ada hippies loh. Model kontribusi yang aneh dari Compiere telah menghasilkan Adempiere, model keinginan menggunakan Compiere engine tapi terlepas (model hippies) maka lahirnya OpenBravo. Hal ini terjadi karena sebuah kasus simple sebuah egoisme manusia, yang mana orang A mengatakan model X lebih baik, dan orang B mengatakan model Y lebih baik. Akibatnya peperangan terjadi antara pemakai Compiere sendiri, focus mereka terpecah menjadi 3 yaitu Adempiere, OpenBravo, dan Compiere sendiri. Ditambah perubahaan business model Compiere, ke propietary, mantaplah sudah. Saya menyebutnya ini adalah sebuah blackhole opensource movement. Produk yang ok, tetapi long term investmentnya tidak baik.
Nah bagi Anda yang mau berusaha OpenSource, harus jeli melihat kasus diatas, dan sebagai tambahan sekarang ada sekitar 8 proyek derivatif dari Compiere. Sayang sekali bukan, banyak orang yang punya keahlian yang bagus, terpecah dan tidak menjadi satu produk yang baik, sehingga Compiere tidak bisa masuk ke mainstream, ini artinya dipasar yang lebih mampu spending, SAP Business One akan mengambil celah ini. Dipasar yang perusahaan mau bayar lebih. Coba pelajari lisensi Compiere Profesional selama 5 tahun lawan SAP Business One, aha, Anda akan sadar kan OpenSource yang dipropietarykan akan lebih mahal dari yang propietary. So jangan terjebak.
Semua konsep model Compiere saya tuangkan dalam proyek Meruvian bernama Medallion One, yang inti dari proyek itu membuat sebuah skenario siapa yang bisa jadi pemimpin dari semua produk yang dipilih menjadi anggota proyek Medallion. Apakah mereka dapat menjadi market leader, market mindset, market opinion. Yah minimum kalau dah OpenSource kan teorinya harusnya dipakai oleh semua orang, kalau itu barang bagus, tetapi.... sudah lihat seberapa tinggi marketshare produk Medallion? silahkan Anda risetkan. Pasti kaget kan..
Walaupun salah satu dari produk dalam Medallion adalah market leader, lihat seberapa revenue yang akan Anda dapatkan, wah ini pekerjaan rumah baru dong, bagi para pengusaha OpenSource, yoi bro, benar sekali, hanya dengan sebuah milis dan sebuah blog, mengatakan produk misalnya Compiere, Liferay atau Alfresco (yang semua dinominasikan menjadi anggota Medallion), akan membuat orang-orang akan menggunakannya, dan pusat dari hubungan empati OpenSource adalah dotcom dimana proyek itu berada, dan berita menariknya kontribusi hal yang sangat "haram" bagi negara kita, yang sukanya pakai doang. Akibatnya barang menyebar dengan cepat, dan masuk dalam jebakan GRATIS, dan where is the revenue? gak ada, malah terjebak ke level komoditasi, yang paling garing adalah pertemuan gratisan yang notabene jadi trend diluar negeri sampai Indonesia. Saya pribadi melalui JUG Indonesia membuat JaMU singkatan dari Java Meet Up, pertemuan gratis untuk share Java. .. Wong yang profesional club computer aja tutup, seperti LEPISI dan Batu Tulis (Mike Sunggiardi).
Dengan atas nama pendidikan, sehingga acara berbayar hanya 25.000, ini membuat value menggunakan produk yang kurang kompleks seperti Alfresco, Liferay atau Roller, menjadi tidak bernilai. Bayangkan berapa harga implementator Joomla? apa bisa sampai 1 miliar? bisa, dengan korupsi dan konspirasi...
Nah mengatasi kasus diatas, rubahlah opini anda mengenai produk Opensource yang dotcomnya bukan milik Anda, yaitu mengextendnya menjadi sebuah solusi baru, tapi hati-hati jebakan bagi produk OpenSource yang tidak modular, salah satunya produk paling tidak modular alias belum ada tools yang membuat module berdiri sendiri perkembangannya dan dapat dengan di inject ke dalam aplikasi utama secara mudah. Compiere adalah kasus terburuk dari modularitas, Liferay, Alfresco, Zimbra sudah sangat modular. Jadi jangan berharap mendapatkan revenue dari as-is dari semua proyek dalam Medallion, you must extend it first. Karena mereka (apalagi di Indonesia) adalah produk yang sangat komoditasi, masukan saja dalam program pendidikan, mantap sudah, valuenya drop, karena menjadi sebuah ilmu semua orang.
Kesimpulan dari blog saya adalah
1. Buatlah produk sendiri sehingga pusat opini adalah dirikamu
2. Buatlah sesuatu yang lebih bernilai dari produk yang bukan milik kamu, untuk memperkuat posisi di market.
Brandinglah produk itu menjadi merk yang kuat. Selagi market masih cupu, saatnya bergerak sebelum kedahuluan.
Perang akan semakin menakutkan bilamana semua orang ada produk sendiri yang modular dan jadi top of the mind..
Kata lain dari modular produk adalah dapat merubah produk tersebut menjadi platform.
Apakah produk kamu sudah dilevel ini?
Selamat berwirausaha OpenSource.

Bangsa Pemakai dan Produk Buatan Sendiri
Saya salah satu pencemooh program ACI (Aku Cinta Indonesia), yang sempat jadi film, saat saya masih kecil. Hidup area yang bangga banget kalau pakai TV merk Sony. Sampe dulu sempat tuh jadi bahan diskusi kebanggan sendiri punya TV Sony. Sekarang jamannya telepon genggam, tetapi merk asing. Sempat masuk dalam lingkungan Digitec atau Polytron, ternyata ini dipunyai perusahaan, maklum anak kost, terus kegeser sama flat TV, yang sampe hari ini saya gak pernah punya (eeitt. punya ding satu.. Samsung..)..
Dari semua ini, terlihat saya lahir dikeluarga pemakai, apalagi hampir keluarga mostly pedagang, yang buat barang sendiri, merk sendiri itu pun saudara sepupu luar dan suaminya, sebuah pabrik speaker active.
Sadar gak sadar, eh saya buat produk sendiri, opensource, blueoxygen namanya, terus gara-gara ini barang, jadi malang melintang selama hampir 9 tahun didunia industri IT, yang notabene setelah 9 tahun, ternyata negara ini gak gitu peduli sama merk sendiri, dan beratnya mempromosikan produk sendiri. Pertama mendengar, kalau pemerintah gak ngerti jangan ganggu, ternyata, gangguannya banyak. Jadi buat pengusaha muda/baru, yah kasus ini harus jadi sebuah kemakluman, Indonesia gitu loh. Ternyata kasus ini sudah beberapa dekade, kepopularan merk harus seimbang dengan expense yg disiapkan, sebab kalau terkenal merknya identik dg gula, semutnya pada datang, tapi bukan semut pembeli.
Yah blog kali ini, saya berusaha menuangkan sebuah "kerasnya" hidup, apalagi negara ini tidak membutuhkan orang Pinter, tetapi perlu orang tahan banting, pinter nomor sekian. Malah kelambatan response, membuat sebuah inovasi jadi sampah, karena pas awareness naik, orang terlambat didunia juga sudah dapat membuat barang itu. Apalagi proteksi hukum hampir tidak ada. Ini terjadi dengan kasus karya om saya (sepatu) yang diambil sama perusahaan besar, dan beliau gak dapat sepeserpun, dan jawaban beliau cuman ya inovasi lagi. Keras kan hidup di negara ini.
Proteksi yang bualan terhadap hasil karya dalam negeri ini yang membuat investasi pengembangan produk tidak relevan, bisnis imitasi dan replikasi adalah yang terbaik, buat mereka yang ini sustain. Serius, investasi inovasi adalah sebuah pekerjaan hobi, jadi kalau mau bisnis dari inovasi, mungkin abad ini belum bisa disini.
Landasan diatas mengapa saya mengOpenSourcekan semua inovasi kita, daripada dibajak, mendingan jadi barang kenikmatan. Apalagi mama lauren bilang bisnis yang bagus di Indonesia sampai tahun depan adalah Restauran atau Kenikmatan alias entertainment. Relevan kan.
Karena pasar yang akan diciptakan terhadap produk sendiri, untuk menjadi market leader, sangat berat. Saya salut sama para pemain consumer good yang bisa membuat produk inovasi mereka menjadi raja diraja dinegara lain, harus bersua dengan para ownernya dan brand managernya, sampai bisa seperti ini. Melalui blog ini saya "kui" 3x deh buat kalian, "pai pai" juga.
Melalui blog ini, diharapkan ada satu atau dua rekanan yang tertarik dengan pengembangan produk sendiri, dan mari kita "menikmatinya" bersama-sama, seperti duduk minum kopi susu dg roti bakar, atau kalau gak suka kopi susu, yah soda gembira gitu ganti.
Indonesia adalah negara ke-4 terbesar yang belum terdevelop, usianya sama dg Singapore, Malaysia, tetapi yah karena miss-management, dan malah reformasi belum menghasilkan, dan gerakan politik yang tidak mendukung kekuatan dalam negeri. Ini sebuah pasar besar tetapi yah itu, you must know him. Mari kita minum kopi+roti bakar tambah telur 1/2 matang.
Ada ide gimana kalau telurnya 6 butir? ini rakus apa kenikmatan?

Telur 1/2 matang Kun Kaya Toast.. sama roti kejunya satu slice lagi.. dan Es Kopi

Belajar 20 kapsul (prinsip) dasar bersyariah. Smart Ways for a Better World
Pertemuan 1 jam di penjurian ICT Award, akhirna kenalan dg pak Iwan, dan saya dikasih satu buku summary untuk belajar syariah, karena foto di majalah Global Asia, dapat award, saya contact deh, wah kaget ternyata salah satu yang bersyariah di Indonesia. Prinsip dasar syariah yang diberikan ada 10 , yang kata beliau, biar gak rancu.
Ini adalah buku yang summary yang pada bulan ramadhan lalu ada di Smart FM, yaitu Smart Way for a Better World.
Ini 10 kapsul prinsip dasar syariah yang diajarkan pak Iwan.
1. Mengenal Diri Sendiri
2. Mengenal Pusaka Allah
3. Memahami Kepemilikan
4. Memahami Kemaslahatan
5. Memahami Keadilan
6. Mengenal Hirarki Kebutuhan
7. Memahami Keterbatasan Kebutuhan
8. Memahami Balasan yang Sempurna
9. Mengenal Rizki
10. Mengelola Rizki
11. Hanya yang Halal
12. Mengejar yang Thoyyib
13. Menghindari Riba
14. Jangan Menipu atau Tertipu
15. Keseimbangan Hasil dan Risiko
16. Menciptakan Manfaat
17. Menciptakan Sinergi
18. Menciptakan Transaksi Riil
19. Meningkatkan Produktivitas
20. Mendukung Mekanisme Pasar
Sesuai dengan izin dari Pak Iwan, saya akan coba blog deh satu satu, sekalian meminta masukan dari rekan-rekan yang terdaftar di Facebook.

Mengagnostickan Java, setelah Cult Branding
Awal-awal JUG dibuat, saya mengimplementasikan Cult Branding, sebuah mekanisme yang mengkultuskan Java, sehingga tumbuh kepercayaan Java publik terhadap Java sebagai produk yang layak investasi. Sepertinya Java sudah menjadi sebuah legenda, karena telah OpenSource dan masih dipakai. Ini artinya Cult sudah terjadi. Tapi tentu saja tidak sefanatik Harley, yang ada sampai mentato tubuhnya secara permanen dengan logo Harley.
Tapi saya sendiri tidak tahu apakah market cap Harley vs Java gabungan ini gimana, saya malah melihat Java itu market capnya lebih tinggi dari Harley, karena Harley berbenturan dengan invetasi fisik yang terlimit, Java itu digital dan unlimited. Malah Java akan meluas setelah Android sukses keluar dari closure Java dari Sun. Sebuah strategi ciamik sekali.
Ternyata dg meluasnya Java menjadi sebuah titik dari sebuah inovasi, serta pasar yang tumbuh diatasnya yang dapat dinikmati umat manusia, serta mulai bermunculan teknologi berbasis virtual machine seperti FireFox 3.1 dengan Tracemonkey VMnya, Ruby juga berVM, Erlang juga berVM, serta ada proyek membuat aplikasi jalan diatas Java dan .NET CLR bernama Scala. Ini sepertinya akan terjadi kompetisi antara Java dan teknologi lain, yang semuanya memiliki cara kerja mirip yaitu virtualisasi. Ini tentu saja diluar dari popularitas virtualisasi sistem operasi. Ini diluar dari JRockIt Virtual Edition yang akan direlease tahun depan. Prang di virtualisasi ini membuat pasar cloud computing menjadi sebuah arah jelas.
Trend ini membuat cult branding menjadi tidak relevan, sebab pasar sudah terbentuk, dan yang diperlukan adalah mengagnostickannya, artinya melawan cult yang terjadi sehingga membentuk ceruk pasar baru. Apa jadinya bilamana Java diagnostickan.
Model agnostic untuk JUG yah dengan lahirnya subdomain JUG program, jadi kekuasaan JUG disebar kesetiap region, dan semuanya berhak menentukan inovasinya. Model ini dulu diutarakan IMW, karena itu mengapa KPLI ada perkota, agar tercipta inovasi. Nah saya hanya tidak mau jadi lead JUG, saya menunggu ada juru bicara, seksi sibuk untuk mewakili JUG. siapa kah itu.. Deny?? Hendro? Kiki? atau Alex..
Implementasi Agnostic paling penting dari Java adalah membuat JVM implementation yang beragam, agnostic akan terjadi saat Harmony stable keluar dan gain marketshare, seperti Firefox yang mengambil balik pasar IE, serta Chrome yang muncul dengan concept baru, Web is application.
Agnostic marketing sepertinya menarik, sebuah contra marketing dari cult branding (mengagungkan brand).
Agnosticism in Microsoft, Portabilitas dan Platform
Sudah 2 bulan saya diskusi mengenai Microsoft Windows, dan technology Microsoft lainnya. Apalagi sejak Microsoft membuka protocolnya, jadi dulu kita tahu orang Samba ribut dg SMB team MS, karena yah itu susah banget buat Linux komunikasi 100% dengan Windows. Sekarang. Microsoft membuka protocolnya, dan yang menarik Sharepoint Protocol itusudah ada di Alfresco. Malah SMB protocol ada versi Javanya, coba ke Samba punya web, ada disana, dan engine SMB ini dipakai Alfresco juga.
Sejak adanya Tony Seno, aka NTO, konon Microsoft ini lebih terbuka dan welcome to collaboration, dimana selama 2 dekade, Microsoft terkenal dengan moto "only me and all get out", artinya semua vendor dikasih peluang buat solusi diatas Microsoft, tetapi Microsoft sang penguasa Windows akan membuat semua solusi kamu, dan artinya bagi yang buat solusi on Windows only, memberikan uang ke Microsoft karena kan harus beli Windowsnya, terus bersaing dari uang kamu dengan solusi yang kamu buat. Salah satu kasus ketakutan ini adalah merger Macromedia dan Adobe, Symantec dengan Veritas, dan masih banyak lagi.
Solusi Agnostic menjadi sebuah jawaban untuk mengatasi persaingannya, lihat saja semua bahasa pemograman kecuali buatan Microsoft dan yang old-fashion seperti Delphi, pasti jalan di semua platform baik Linux, Windows ataupun Mac. Sebut saja PHP, Ruby, Python, Java, dan Erlang yg lagi naik daun.
Malah topik di JUG Indonesia menarik, terutama sebutan "Smart Evil" muncul buat Microsoft. Artinya Microsoft ini kejam seperti iblis tetap tidak bodoh. Jadi kita harus berhati-hati.
Kalau saya pribadi harus berhati-hati memakai productnya tentu saja, kalau ke lock-in, dan saya kan bukan pemain seperti Symantec atau Adobe, gimana melawannya. Apalagi kalau marketshare yang dibuat dibagi ke competitor saya, dg pasar Indonesia yang sangat kecil, ini sama saja kematian.
Reposisi baru Ms sebagai platform yang friendly dan portable, ini sebuah reposisi baru, tetapi can we trust him? itu jawabannya. Tentu saja untuk negara Indonesia yang kepedulian ITnya dapat dikatakan hampir tidak ada, hal ini tidak berlaku, wong pake software dianggap seperti fashion show, ganti semaunya dengan cepat gak pusing.
Walaupun di Enterprise market, aman saja, ada yang buat billing buat 50 juta user dengan c dan Redhat, dan backbone bank pakai Java cluster. Walaupun kalau dibanding dengan case study luar, masih kurang hot. compare saja dengan LinkedIn, atauyang lainnya. Maklum lah negara user bukan creator.
Tetapi dengan arah komunitas Linux yang lebih ke OTB (Organisasi Tanpa Bentuk) daripada sebuah kelompok profesional yang notabene siap go global, sepertinya ini peta persaingan yang menarik. Kefanatikan Linux yang tumbuh pesat, dan visi AOSI yang belum jelas (maklum dibuat untuk apa dan kebutuhan apa dan gimana, masih jadi diskusi hebat dimana-mana).
Saya melihat Microsoft masih notabene kuat sekali. Microsoft sekarang adalah market leader software loh di Indonesia, dengan sales hampir 200 juta dolar, dan salesnya dibuat dari whitespace, dari area pembajakan bukan dari market yang ada (market yang ada sekitar 200 juta dolar juga), ini artinya 50% software busienss milik Microsoft di Indonesia, gede kan.
Jadi sebagai orang Java (ceilee), yang jalan di almost allplatform, sepertinya marketshare yang baru ini menarik, dan reposisi Microsoft (kalau bener), membuat Java akan semakin kuat. Dengan negara perawan solusi IT, harusnya ini akan jadi growing market baru, run on Windows using Java.
Saya sih lagi berharap (harapan panci kah?), untuk membuat event dg Microsoft, biar mendapatkan ceruk on Windowsnya ini. Wong event dg PHP sudah ada. Tapi dengan Java, indanger gak yah
sebab Java is No. 1 Language dengan marketshare lebih dari 20%, kedua dan ketiga adalah C dan C++, ke empat adalah PHP. Dimana PHP dan .NET itu beda, satu webscripting satu OOP container. .NET dan Java, head to head competitor. Ini artinya membawa penguasa pasar development ke kampung .NET yang sedang dipupuk marketsharenya.
Apalagi Norman bilang in the future both .NET and Java will become same, wong both VM tech. Norman, kalau lo baca blog gue, comment yah, semoga comment masih gak close (maklum diset 7 hari).
Inilah enaknya solusi agnostic, saat Windows membesar, bisa ikutan pasarnya, saat Linux membesarpun bisa ikutan pasarnya. Apalagi Java sudah opensource, jadi we dont depend on Sun anymore.
Apalagi JVM like tech sekarang mulai banyak, nanti yang seru adalah Dvalik dari Android, V8 dari Google Chrome, terus TraceMonkey dari FireFox, dan Flash juga ada. semua technology in common, all agnostic. tetapi the most multiplatform the winner is it. Itu lah sebabnya Adobe Air mati-matian buat versi Linuxnya go stable version.
Menarik kan, Microsoft Windows mengisi satu ceruk kecil sebagai sistem operasi, dan 95% lebih marketshare global. sama dengan Java, mengisi 20% lebih diatas semua sistem operasi termasuk Windows loh. Tapi 95vs20, itu data yang gak apple-to-apple. Artinya kharisma Java belum setinggi Windows, tapi Bahasa Pemograman vs .NET +VB6+Delphi sebesar apa. Lihat sendiri dilink ini deh.
Sources:
www.langpop.com/
blip.tv/file/1137125
radar.oreilly.com/2008/03/state-of-the-computer-book-mar-23.html
www.tiobe.com/index.php/content/paperinfo/tpci/index.html
www.sauria.com/blog/2008/07/20/ides-and-dynamic-languages/
Goverment Ringgit Fund
gila gak, pemerintah malaysia, mendukung investasi sekali, dan ini program technopreneurship disana... RM 150k max.. lumayan kan..
lg cari info kampung kreatif kita, apakah ada funding, atau funding untuk pihak tertentu saja
silahkan baca info funding dari malaysia, dan kali ada yang berhasil submit.. kasih tahu saya yah.
http://www.technopreneurdevelopment.net.my/cms/AllProduct.asp?CatID=122
Snipet Berita dari Kompas.com
Ini potongan berita dari Kompas.com, yang akan berguna dalam program kita.
Di SMK Negeri 29 Jakarta yang mengajarkan bidang keahlian perawatan
pesawat terbang, misalnya, peralatan bagi siswa untuk mengetahui sistem
kerja pesawat terbang sangat minim. Di sekolah itu hanya tersedia mesin
pesawat DC-3 dan mesin pesawat tempur Harvard yang dipakai praktik
siswa sejak tahun 1970-an, tetapi kini mesin pesawat sudah tidak
berfungsi.
”Untuk pengenalan dasar-dasar teknis sebuah pesawat
masih bisa dilakukan di sekolah. Tapi, tentu saja teknologinya sudah
jauh ketinggalan dengan pesawat yang ada sekarang. Jadi, untuk
kompetensi siswa sangat terbatas jika hanya mengandalkan peralatan yang
ada di sekolah,” kata Wurdono, Kepala SMKN 29 Jakarta, Senin (8/9).
Terbatasnya
kompetensi siswa SMK penerbangan ini kontras dengan meningkatnya
permintaan teknisi penerbangan di dalam negeri. Dalam tiga tahun ke
depan, Garuda Maitenance Facility membutuhkan sekitar 3.000 teknisi.
Keterbatasan
peralatan juga dialami SMKN 1 Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Jawa
Barat. Di sekolah kejuruan bidang pertanian ini belum tersedia
peralatan dan laboratorium kultur jaringan.
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/09/00505564/peralatan.smk.masih.minim
Kekerasan terjadi saat sedikitnya 3.000 tenaga kerja Indonesia atau
TKI menghadiri perayaan HUT Republik Indonesia ke 63 yang
diselenggarakan Konsulat Jenderal RI di Queen Elizabeth Stadium, Wan
Chai, Hongkong, Minggu (7/9). Saat acara hiburan berlangsung, sebanyak
61 TKI yang menjadi anggota Indonesian Migrant Workers Union (IMWU)
berunjuk rasa di depan gedung.
Mereka ingin menyampaikan aspirasi
tentang masih terjadinya praktik pelanggaran aturan ketenagakerjaan
oleh agen penempatan dan majikan di Hongkong kepada Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, yang hadir di sela perjalanan
dinas ke Jepang dan Korea.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/09/03375221/pemukulan.tki.pemerintah.harus.minta.maaf
Ketua Indonesia Migrant Workers Union (IMWU) Rusemi di Hongkong,
Senin (8/9), mengatakan, sedikitnya 22.000 orang dari 120.000 tenaga
kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di
Hongkong masih menerima upah di bawah standar. Agen juga m asih
mengambil upah TKI selama tujuh bulan pertama, dengan dalih untuk biaya
pelatihan dan penempatan, meski aturan ketenagakerjaan di Hongkong
melarang.
"Kami sudah mendata 40 agen penempatan yang selama ini
kerap melanggar hukum. Kami minta pemerintah segera memasukkan mereka
dalam daftar hitam agen penempatan di Hongkong agar tidak ada lagi TKI
yang menjadi korban mereka," kata Rusemi.
Menurut Hongkong
Employment Ordinance, biaya agen tidak boleh lebih dari 10 persen upah
sebulan buruh migran, yang rata-r ata 3.580 dollar Hongkong (setara Rp
4,2 juta). Namun dalam praktiknya, agen sering memotong upah TKI sampai
21.000 dollar Hongkong (setara Rp 24,6 juta).
http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/08/21022972/tki.tuntut.40.agen.nakal.masuk.daftar.hitam..
Gelar atau Kerja
Iklan A Mild menarik sekali, mau mana, gak punya gelar dapat kerja atau gak punya kerjaan dapat gelar.
setahu saya, hidup ini perlu uang deh untuk beli kebutuhan, maklum jaman matre, no money no dinner no love???
Inovasi Singa atau Rusa
Setiap pagi, rusa-rusa digurun harus berlari lebih cepat dari singa untuk bertahan hidup.
Setiap pagi, singa-singa digurun harus berlari lebih cepat dari rusa yang berlari paling lambat untuk bertahan hidup.
Kita (yang bukan singa atau rusa) juga harus bergerak cepat dari siapapun karena
- Persaingan
- Tekanan Pasar
- Ketidakpastian income
- Pekerjaan yang menumpuk
Steve Job mengatakan Stay Hungry! Stay Foolish!
Cara kita bertahan hidup diantaranya:
- Membuat Action Plan
- Workshop Session
- be Creative, turn idea into reality
- Berpikir seperti orang lain
- Membuat sesuatu diatas idea orang
- Buat Mass Movement
- Bekerja bersama dalam kelompok
- Bersenang-senang


