Frans Thamura, Best Agnostic Javaman

Ciri-Ciri OpenSource yang Baik.

Jan 14, 2010 by Frans Thamura

Kata OpenSource sudah mulai masuk benak semua orang di Indonesia, menarik, dari Pak Subiakto (Hotline) sampai launch KGOS, ini sudah bagus, artinya awareness kata ini sudah baik. 

Nah saya pribadi ada penilian sendiri mengenai OpenSource yang baik, dan saya sangat menjunjung tinggi development modelnya, daripada pakai saja, kecuali barangnya sudah mature banget, emang ada yah barang mature banget di dunia inovasi yang berubah terus.

Opensource yang baik seperti teringat iklan Axis, GSM yang baik, walaupun sempat didera negatif gossip diawal2 berdiri, tapi BBnya termurah layanannya, XL dah gak murah lagi. sorry ngelantur dulu ke GSM.

Menurut saya OpenSource yang baik itu

1. Development Hidup dan dikembangkan secara public, kalau dia close development artinya dikembangkan didalam team sendiri, model close development itu JBoss.

2. Ada Community Contribution yang jelas, nah ini kasus menarik, artinya ada pihak lain yang mendapat benefit, bukan marketing semata, dan kontribusi yang fair akan lebih baik, tetapi sekarang ada model corporate contribution model, jadi personal levelnya dibawah corporate, ini artinya proyek lebih suka yang ada investasi dan jaminan, modelnya ini eclipse pakai.

3. Platform model, opensource yang dikembangkan bisa direbranding dan ditambahkan module kita, nah ini yang menarik di Indonesia banyak trend remaster, cuman memaketkan yang sudah jadi, tapi menurut saya, yang terbaik adalah yang kita bisa buat semau kita, dan dimasukan ke dalamnya. nah remaster akan bernilai bilamana ada aplikasi buatan sendiri didalamnya, dan distro tersebut mendukung promosi produk sendiri.

4. Education material, Indonesia terkenal SDMnya buanyak abis, SMK aja 2.2 juta setahun produksinya, tapi cari coba 10 programmr Java yang sesuai dengan karakter  perusahaan, amir amir.. bisa dapat 100, mantap. tambah lagi spesifikasinya perushaan buat produk, sembah 100x deh , kok bisa. Saya tidak tahu kenapa negara ini power by 72% micro seperti tukang bakso. jadi mungkin yah susah cari orang IT, semuanya mau jadi tukang bakso. Nah education material dibutuhkan untuk mengkarbit anak yang "tidak mampu" menjadi mampu alias bisa mulai kerja, kalau bisa jadi material kurikulum deh (happy berbirokrasi dengan diknas yang like kingdom)., kalau tertarik berkurikulum, contact me japri yah.

5. Interchange antar module, nah gara-gara riset blueoxygen, kita akhirnya mendapatkan value yang paling kuat adalah saling memakai antara proyek, baik yang diatas platform yang kita buat, ataupun inter platform (interplatform valuenya lebih tinggi), salahs atu pendekatan bisa dengan interoperabilitas

6. Friendly developer, ini penting banget, karena programmer kalau tanya dibales, kalau gak dibales, belajar sendiri, saya merasakan tuh, bisa berbulan2 mandek, sebab gak ngerti binatang apa yang kita sedang utak atik. tapi jangan lupa buat FAQ, sebab anggota baru tanya-nya itu itu mulu, seperti instalasi, what is it, apalagi di indo, bukan baca web dulu, tapi tanya dulu. mantap gak.

7. Community manager , nah ini jarang ada, proyek yang ada communitymanager biasanya aktif bekerja sama dengan pihak lain, contoh Ubuntu ada Jono, OTN ada Justin, Sun Indonesia ada Harry Kaligis, ini orang-orang yang penting sekali, min ada first contact, kalau nanti sudah contact gak difollowup sampe realisasi, itu cerita lain, daripada jadi pagar raksaksa.. 

8. Prosedur dan Agreement, ini juga penting, kita jadi tahu gimana join, dan juga kalau kontribusi gimana, belajar menghormati HAKI dan juga prosedur buat kita gak nyasar saat mau gabung.

 

NB: padahal cari satu yang niat mau kontribusi susah banget loh disini.... 

Bermain-main logika antara dunia Virtualisasi atau Native.. mau yang mana

Jan 14, 2010 by Frans Thamura

Sekarang ada istilah baru untuk sistem operasi yang boot langsung saat hardware nyala, disebut Tradisional OS, contohnya Linux, Solaris, Windows, MacOS. Jadi yang modern seperti apa? CloudOS.

Sekarang sedang trend cloud computing, dan ini artinya memvirtualisasi sebuah kegiatan, terhadap banyak piranti lunak, sebab kita tidak tahu dimana tuh data kita disimpan. Saya sendiri masih bingung mendefinisikan dengan virtualisasi seperti VMWare atau Xen.

Inti dari semua ini saya melihat ada trend semua di virtualisasi, jadi ada layer pemisah antara layer bawahnya dengan layer aplikasi sebagai atasnya. Yang paling notabene sering dibicarakan yah Amazon WS itu.

Dunia virtualisasi yang saya dalamin tentu saja didunia Java, yang semua divirtualisasi diatas JVM. Yang menarik bongkaran JVM dengan kernel Linux dan hypervisor dapat membuat JVM on virtualisasi jadi satu.. saya sedang menunggu produknya namanya JRockIt, saat Oracle OpenWorld 2009, didemokan JRockIt, keren juga buat aplikasi Java, terus runnya di VMPlayer otomatis.

Belum lagi ada Map Reduce, yang implementasinya dipopulerkan Google, terus ada versi OpenSourcenya yang popular yaitu Hadoop yang power Yahoo dan Detik@Search. yang mana jalan diatas Java tentu saja, tetap ada yang ingin jalan diatas CloudOS, buatan Accenture yaitu CloudMapReduce. Konon CloudMapReduce ini native di CloudOS, awalnya di Amazon. Saya tebalkan istilah nativenya..

Kita masuk ke dunia iphone yang ngetrend diluar, tetapi di Indonesia sepertinya bermasalah, selain mahal, ada regulasi pemerintah yang mengharuskan buka services center. Yang menarik dari iPhone adalah larangan menjalankan teknologi virtualisasi diatas OSnya iPhone , jadi semua harus native. Sampai Java dan Flash, hilang dari dalam iPhone. Ini native, tapi kita tahu iPhone ini termasuk kategori tradisional OS.

Nah sekarang saya mendapatkan jargon native, yaitu jalan di sistem operasi, tetapi ada sistem operasi yang native beneran atau ada yang sudah melakukan virtualisasi terlebih dahulu yang disebut cloud itu. Nah aplikasi yang jalan diatas ke-2 jenis OS ini, Traditional OS atau CloudOS, itu disebut native application. Apakah aplikasi Java yang jalan di JVM disebut aplikasi native? gak kan. dia native di Java.

Kalau JVM di cluster, pakai Terracotta misalnya, aplikasi diatas Java ini native juga, kenapa kita gak bisa bilang ini teknologi native, secara persepsi berbeda loh.

Saya malah lebih suka yang native diatas tradisional OS, dan yang cloud yah cloud, sama dengan virtualisasi, jadi on Cloud dan on JVM yah sama wae..

Blog pagi-pagi sebelum mikir keras.. hua hua mikir entengnya aja seperti ini. 

 

 

Mengurangi Aktivitas Facebook

Jan 14, 2010 by Frans Thamura

Sudah lebih dari 3 bulan saya menggunakan Ubuntu 9.10 di notebook saya, tanpa terinstall Windows, serta Chrome sebagai default browser, sebelumnya chromium, sebelumnya lagi firefox (yang sudah default 3.5).

Karena lg trend Facebook, dan Indonesia jadi no. 2 pertumbuhannya konon..  dan blackberry di indonesia no. 1 sampai 800% pertumbuhannya.

 

 Dikutip dari Kompas.com, Berdasarkan survei Inside Facebook yang dilakukan e-marketer, jumlah pengguna Facebook di Indonesia naik 1.431.160 juta pengguna dalam sebulan terakhir. Pada 1 Desember 2009, e-marketer mencatat jumlah pengguna Facebook di Indonesia 13.870.120 pengguna, sedangkan pada 1 Januari 2010 sebesar 15.301.280 pengguna. Indonesia hanya satu peringkat di bawah AS yang mencatat kenaikan jumlah pengguna 4.576.220 pengguna dalam periode yang sama dari 98.105.020 menjadi 102.681.240 pengguna.


Meski demikian, persentase kenaikan jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai dua kali lipat AS. Indonesia naik 10 persen, sedangkan AS hanya 5 persen. Kenaikan 10 persen termasuk persentase pertumbuhan tertinggi di dunia. Selain Indonesia, beberapa negara yang mencapai kenaikan dengan persentase 10 persen antara lain Filipina dan Malaysia. linknya 

Saya mungkin salah satu dari jutaan pemakai FB, dan saya kemarin melakukan kesalahan dengan membuat FB.com sebagai default di browser saya, jadi tiap bangun tidur, menyalahkan notebook, dan tebak, update status.

1 minggu ini saya ganti, halaman defaultnya menjadi webmail kantor aka meruvian.org, dan tiap bangun pagi, buka email dah. Ternyata kebiasaan ini membuat saya pagi-pagi bukan berFB-ria, tetapi buka email, dan ternyata kemalasan ngetik facebook.com masih terjadi, karena dah biasa ada di Home browser, alkisah status tidak muncul, dan ini mengurangi aktifitas berfacebook-ria.

  

Share |
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!





View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:



Search

 

« January 2010 »
SunMonTueWedThuFriSat
     
3
4
5
8
9
10
11
12
13
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
      
Today

Links

Feeds




Navigation