Solusi on Apple yang Sangat Propietary, MS yang propietary tapi welcome open tech diatasnya, atau yang total open, atau open bersyarat
Sudah lebih dari 3 bulan, sejak presiden baru dipilih (presiden baru tapi orangnya sama, huahua). ternyata gerakan IGOS makin melempem, karena ristek punya menteri (padahal dari partai yang push opensource), ternyata opensource gak masuk dalam agendanya, sehingga IGOS yang dipromosikan 2 menteri, ilang gampang gitu saja.. yang kenal menterinya silahkan tanya deh, agendanya apa yang utama, sehingga tetap bisa gak di reshuffle.
Java on BizSpark
Sudah tahu dong Meruvian, lembaga yang saya bina, untuk menciptakan Mervotura (sebutan team spartannya Meruvian).

Outstanding Outstanding
Beberapa outstanding yang musti dibeli, ceilee lg jiwa jajan tinggi.
Berkarir dengan Meruvian dan Model Kolaborasi Meruvian
Sudah 2 jam saya utak-atik UGForge, repository yang dipesembahkan oleh Gunadarma untuk meningkatkan pengembangan produk dalam negeri, yang menjadi focus program technopreneurship antara Gunadarma dan Meruvian.
20% S2 vs 80% Gak Gelar
Kita tahu Bill Gates kuliah gak lulus, terus Mark juga founder Facebook sama.. gak lulus.. tetapi perusahaannya bisa jadi leader di negara ini, sales Microsoft Indonesia konon diatas 200 juta dolar, ini artinya dah 50% market negara ini, sejak SBY, resmi pasar lokal negara kita yang untuk perusahaan lokal, drop dari 20% jadi 10%. Jadi kita yang dilokal, dikerdilkan. mantap gak.. coba lihat slidenya aspiluki yang gak ada report sales Microsoft. tapi data lengkapnya lg dicari, biar jadi pegangan.
gitu aja...
detailnya. heheh. saya kan bukan orang sana, sampai masuk ke AC yang konon profitnya bagus...5 forcenya kuat sih disana .. saya sih lg belajar...Kasus Tagihan PAM, dan Kenyamanan Investasi Indonesia
Kalau Anda pembaca SmartFM, pasti sedih melihat berita di Indonesia, apalagi di milis JUG, mostly seniornya hengkang ke negara tetangga, sampai Arief Rachman bilang, ada kontribusi JUG disana, sebab yah kurang lebih ngelink antara yang sudah kerja diluar dengan yang masih baru belajar Java.
oh indonesia.. dimana ini hati orang orang ini, apakah benar ini negara sudah sedemikian buruknya, plus kasus gayus dan susno. lengkap deh dari hukum, internet, listrik, air pam, terus bea cukai, belum lagi kualitas pendidikan yang semakin parah.
kesehatan penting gak? kalau internet gak ada, ok lah. listrik byar pet, komputer rusak gara-gara listrik, masih bisa idup.. tapi kalau gak kesehatan masalah.. dan hebatnya kesehatan di indonesia konon penyakit orang bokek aja gak kelar-kelar diurusin.. mustinya penyakit orang kaya yang naik, seperti kolersterol, ini mah paling kutilan juga gak sembuh2. huahua.......
Pentingnya Peraturan, Dokumentasi, Slide didunia SC
Di internal Meruvian, kita sudah hampir 2 tahun lebih membuat peraturan, seperti jam kerja masuk, sampai bulan ini kita buat "denda" bagi yang gak jalanin. Masukan ini didapat dari mbahnya DISC, pak Heru, dimana Indonesia adalah negara SC, yang kalau gak diuber, kerjaan gak kelar. Niscaya dah 10tahun kerja saya nguber-nguber, dah berapa banyak 200-300 orang diuber-uber. Kalimat keren uber-uber adalah nongkrongin. Apalagi pak Heru mengatakan 70% orang di Indonesia adalah SC, dan hanya 30% yang DI. yang gak ngerti DI, SC itu apa, silahkan baca DISC, test psikotest.
Gara-gara ini semua, saya mulai membuat hal-hal untuk mengatasi para SC-SC yang gak kelar-kelar kerjanya dan juga DI yg notebene susah diatur. Kasus DISC yang menarik adalah departemen keuangan sebenarnya, harusnya ini bisa jadi departemen paling bersih dari testnya, coba deh yang punya reportnya baca. huahua, seru ..
Hal hal tersebut adalah peraturan perusahaan, brosur yang simple, dokuemntasi kerjaan, sampai tugas tiap hari semau hal di Meruvian, ini juga karena awal-awal Meruvian didirikan kan membantu salah satu franchise terbesar di Indonesia. nama awal Meruvian adalah P Technology, u know P itu apa kan.. dg franchise document yang gak tebal, terus gak ada sistem internal.
Karena kita orang sistem, yah documentasi jalan, terus, slide lengkap, baca saja di http://www.slideshare.net/flatburger, terus kita mulai revamp content didalam dotcom kita, meruvian.org untuk yayasan kita, meruvian.com buat training center dan education services kita, meruvian.net untuk portal kerja sama dengan meruvian, blueoxygen.net untuk marketplace aplikasi on blueoxygen workspace, blueoxygen.org list project-project kita. jtechnopreneur.com portal informasi kewirausahaan kita.
Hal ini untuk membantu orang awam dan team baru untuk mengerti semua yang kita kerjakan, dan tentu saja buntutnya mau bergabung dan bekerja sama menjalankan visi yang kita kembangkan yang dituangkan dalam diagram "change indonesia".
Jadi penasaran, apa bener nih di negara kita, semua hal harus dikerjakan dengan checklist, dan harus ada supervisor untuk kerjanya yah ini, make sure tiap pegawai mengisi dan menjalankan, lepas dikit, lost deh seperti ayam yang lepas dari kandang, ada yang diatap, ada yang diatas pohon, ada yang dipagar. ada yang dipekarangan. Padahal organisasi yang bagus harus seperti gembala domba, diarahkan untuk merealisasi visi dan misi perusahaan.
Digital Divide dan Market Linux yang terus undevelop
Sebuah kata pendek "Unproductive Country" diucapkan oleh Craig, yang bicara di acara ICT Partnership Forum, dari Igadd. Menarik dicermati, dan memang diakui itu kata mengena sekali. Dg regulasi approval sampai 4 tahun (karena ibu dari BI mengatakan diajukan 2005, keluar 2009), ini artinya sebuah kekuatan keong yang super lelet terjadi, ada satu slide yang menarik. IT Indonesia grow 10% lebih, tetapi tetap lebih lambat dari negara lain. MANTAP gak.
Meeting dilanjutkan mengenai bagaimana mengempower murid2 di Indonesia bukan hanya bisa berglobal tetapi juga bisa pakai.. ini level terendah, 170 juta mobile subscriber, tetapi yang gatek komputer berapa banyak. Lucu kan, lebih baik beli handphone daripada beli PC yang jelas lebih berguna, more multi purpose. Kata yang sama diucapkan oleh partner saya, di sini, teriak-teriak susah makan, telor aja gak bisa beli, tapi rokok Dji Sam Soe ngebul terus.. satu batang = 1 telur. jadi ini bukan masalah gak bisa beli, tapi priortitas yang lebih ke lifestyle. Kata Lifestye ini jadi kata kunci sukses di Indonesia, tentu saja dg wisdom.
Jadi kita mau kemana yah, mana yang terbaik? both have their own market, tapi mobile market juga grow kuat sekali...saya melihat mobile market yang tentu saja we know WinMo itu gak masuk list kita, sepertinya menarik. Walaupun diskusi di ICT Partnership Forum dibahas mengenai mengapa kita di apresiasi oleh operator asing, sedangkan operator lokal tidak. Dijawab pak Kris yang VP, yah di Singapore bisa 1.5 dolar, di indonesia lebih kecil tapi we have market.. jadi apakah statement ini artinya, yah kita gak apresiasi, tapi kita ada pasar yang lebih besar, u must follow our rule. Menarik sekali dibahas anak2 SMK yang buat 1000 mobile (Seamolec?) yang kesulitan pemasaran.. Saya malah berpikir maju sendiri aja, gak perlu tergantung telco.. apa harus telco, hal yang sama saya lakukan dg gerakan Java, no vendor bro.. malah real freedom and innovation everywhere come.. kita bisa masuk ke segment yang tidak terpikirkan dan malah bisa terjadi direct competitive. Bukankah negara ini sulit berkolaborasi, darah buat teman susah itu kebahagiaan sesungguhnya, walaupun buat teman bahagia memberikan benefit lebih...
Jadi lucu juga negara ini penetrasi teknologi via HP tinggi, diramalkan 40% akan pakai smartphone di 2015, mantap gak. Tapi negara ini masuk digital divide.
Kemarin interview anak SMK, ada HP tebak, MS Office aja gak bisa, gubrak 2010 masih ada yang gak bisa, di SMK yang notabene pusanya ICT dikotanya.. kok bisa.. yah disini apapun ada..
Saya merasa sepertinya kita harus memisahkan market massive digital divide dengan Linux Desktop yang notabene masih jauh dari massive, SDMnya masih jauh dari professional untuk membuat sebuah cult dan meningkatkan SDM nasional ini kalau dibandingkan dg CSR Microsoft (kalau ada). Apa yah rumus matermatikanya... Apalagi kita tahu Microsoft sudah memasukin area yang lebih tinggi seperti more use, and investment.. dimana gerakan OpenSource kita masih jauh, jangankan mendukung produk dalam negeri, arah masih utak atik di Linux Distro (dah 10 tahun). Linux Desktop tidak masuk ke marketshare yang kuat, apalagi dengan negara yang beritanya dari kasus Century yang gak kelar-kelar, sampai pantung Susno Duaji diera 4G (lelucon pak tifatul di ICT Partnership)..
Tapi market linux diserver menjanjikan...tapi saya dah 1 tahun no Windows di Notebook..
tapi buat BB tanpa Windows, gak bisa... nah lo


Empower Pendidikan dg Agnostra from Meruvian
Banyak pertanyaan mengenai kebutuhan Java, dan skillset yang dibutuhan untuk siap bekerja di perusahaan, Itu adalah kata yang sangat sering muncul disetiap diskusi, dan sampai ada yang rela bayar mahal sekali untuk seorang programmer yang dimana didalam stack education milik Meruvian adalah level low entry. Banyak diskusi yang ketertarikan, dan juga bertanya, sihir apa dibelakang ini semua. yah ini memang semua bukan perjalanan panjang, tidak terasa sudah hampir 10 tahun, dari sebuah ide buat milis lowongan kerja java, yang transformasi menjadi JUG paling popular, yang membawa saya mendapat tiket gratis ke Hongkong sampai Amerika. Ternyata konsep ini juga diluar sana masih baru, dan banyak yang bilang, kok bisa yah... itu jawaban rekan-rekan saya dari US dan Eropa.. jadi jangan takut bukan Anda saja yang bingung.
Dengan dalih sebuah teknologi adalah gampang, training 3-5 hari bisa membuat seseorang dapat terjun langsung ke project, ini mirip dg teman kost saya 10 tahun lalu, mendapatkan sertifikat internasional dg bagi-bagi Brain Dump, dan kaget 3 bulan sudah dapat semua MCSE+ dan MCSD.. saya sendiri perlu 2 th untuk dapat MCSE.. huahua. Tapi karirnya tetap bagus di luar negeri sana. huahua...
Sekarang dengan semakin terbukanya teknologi, dan semakin tinggi siapapun untuk memasukin pasar, membuat pilihan semakin banyak, dan sebuah invasi digunakan untuk membuat kita semua sang pelanggan tidak keluar dari program kerjanya. Programmer Java saja ada 9 juta dan growing, terus. Perusahaan yang hidup mati di Java semakin hari semakin banyak. Tetapi lulusan kita tetap saja lulus dg ilmu OOP yang asal diberikan, sayang sekali filosofi teknologinya tidak dimasukan, mengajarkan OOP dg C++ dan Java, sang anak akan outputnya sama.
Padahal di pasar, sekarang sudah mulai ada diversifikasi, dan industri diminta menanggung untuk memberikan ilmu tambahan, atau sang mahasiswa ada inovaso mau investasi dengan kursus-kursus tambahan, sang professor ngotot malah meminta mengerti filosofi dasar teknologi dan keilmuan akademisi. Mustinya semua ini masuk dalam pilihan, yah tersera mahasiswanya mau ke akademisi atau mau jadi praktisi.Sayang kampus berbasis kompetensi industri tidak ada di Indonesia, Aptikom memasukan program ini dengan nama E-Bursa, tetapi dah berapa tahun ini tidak terjadi.
Industri mendapatkan saingan yang semakin keras, dan produk berubah terlalu cepat, dalih para professor adalah dasar ilmu yang kuat akan mengatasi ini semua, tetapi belajar lagi dari nol, adalah cost yang sangat besar jadi gimana harusnya?
Survey yang dilakukan Meruvian dg bantuan ODC, mendapatkan level kecuekan yang tinggi di industri dan juga mungkin terjadi karena tembok besar pendidikan kita terhadap industri yang inginya pemerintah kita yang melink. spoil kan.
Tetapi tanpa link ini, masalah muncul, sebagai contoh, diperlukan SDM dengan Java, keahlian tambahan adalah Glassfish, iBatis, Spring, JSF serta Drools. nah apakah ada orangnya? setahu saya skill ini tidak ditemukan dipasar, kecuali orang khusus, dan itu pun sangat sedikit.
Nah mulailah mengempower pendidikan dengan kebutuhan Anda, dan mulailah kampus dan sekolah membuka diri terhadap masukan industri, link-and-match hrs dilakuan, tetapi hati-hati, cross skill antar perusahaan terjadi dan sebaiknya difilter, agar anak didik kita tidak teler karena terlalu banyak variasi, apalagi dari pengalaman, negara ini jarang sekali mendapatkan manusia berjiwa pemikir paralel, jadi kalau dikasih kerjaan lebih dari 2, yang cabang, hang datang. Harus seri, satu satu, manja emang, tetapi yah gimana, wong yang proactive mengerjakan tuntas hanya 3%, jadi dimanja aja 3%, gimana dicekokin semua. Nanti notebooknya sama yang pakainya hang yang pakainya dulu.
BIlamana anda hendak focus ke industri dan commercial sector saya, yah seperti biasa, serahkan ke Meruvian saja, dan isi form supporting, sehingga kita bisa official. Benefit lainnya. silahkan japri ke saya.
Tip and Trick untuk mengembangkan blueprint yang Agnostic
Lebih dari 10 tahun telah berlalu, dan saya telah membantu beberapa perusahaan untuk memiliki flexible platform yangmana kekuatan keputusan adalah dipihak manajemen.
Memang kadang kala manajemen sangat sibuk dengan kerjaan harian, dan terbuai oleh para marketing. Padahal semua tanggung jawab ditanggung sang manajemen. Berikut adalah metodology kecil mengenai Agnostra, sebuah konsep agnostic yang sebaiknya setiap perusahaan memiliki petanya, dan dijamin uang miliaran dapat ditekan dan sebuah solusi end-to end dapat dimulai.
Ini metodologinya, semoga berguna

Yang menginginkan detailnya bisa menghubungi saya atau email ke frans at meruvian dot org.
Salam
Syariah di Meruvian - Bimbingan Skripsi - Mini Banking
Tidak terasa sudah lebih dari 2 tahun, utak utik syariah, maklum karena saya bukan muslim, yah semua istilah sepertinya asing semua. Dimulai dengan petuah-petuah pak Heru Wiryanto, saat saya training DISC, terus diteruskan saat kita proyek bersama di Smart, mengembangkan psikotest tools, yang kita sebut psikonogram. Terus diskusi mengenai banyak hal mengenai islam.
Terus sebuah chat kecil dengan pak Badai Sitepu, yang akhirnya gak sengaja satu team dg Pak Iwan Pontjowinoto di juri Inaicta, yang berakibat saya mendapatkan buku kecil mengenai syariah.
Penasaran terus berlanjut, akhirnya, ikutan milis masyarakat ekonomi syariah, terus kenalan dengan Pak Gatot Sugomo. Eh gunadarma aka pak adang, kirim2 anak2 yang skripsi Syariah, dan juga thesis S2 Syariah ke saya, jadi deh perjalanan makin seru.
Berikut adalah pertemuan terupdate kami dengan Pak Gatot, Pak Agung Kus yang juga sering memotivasi anak2 Meruvian, serta anak2 yang ikutan team up pengembangan migrasi egov (team up dengan pak Riki dan Pak Ibenk di kominfo), serta team mini banking dan microfinance, terus juga anak Magang.
ini dia kegiatannya.. semoga memberikan inspirasi

Pak Gatot menjelaskan dasar-dasar banking syariah

Team MiniBankin Syariah kita...

Anak Magang Meruvian dicekokin Syariah (again)..

Team eGov Solution kita..
dan... ini adalah

Diagram final yang akan jadi tugas anak.anak, tiap team 1 tulisan. terus rame-rame kita integrasi.
FYI, team Egov dan team Syariah akan share common platform untuk pengembangannya, dan kebetulan karena saya salah satu yang membantu mereka, yah kita ada reference Cimande (as usually).
Ini URL di FB saya..
http://www.facebook.com/album.php?aid=201902&id=675689084&l=8cc97dc20e, kali ingin kenalan dg team ini...
Penetrasi Internet Indonesia
Angka Perkiraan 2007-2009
| 2007 | 2008 | 2009 | |
| Pengguna Internet | 25 juta | 40 juta | 66 juta |
| Pengguna transaksi online (5-8%) | 1,25 juta | 2 juta | 5,2 juta |
Barang yang Dipesan Melalui Internet Tahun 2009 (%)
| Tiket | 51,8 |
| Buku | 27 |
| Tekstil/apparel | 18,2 |
| Alat teknik | 3,1 |
Sumber: Mars Indonesia
Trik Pizza Hut, Hati -hati biar discount KK BCA gak ngilang
Kemarin makan di Pizza Hut Mall Artha Gading, kaget karena gak ada discount bayar pake kartu kredit, dan ini ternyata karena sebuah jebakan iklan 2 pasta dapat 1 eskrim. Karena bundle ini sehingga promo KK BCA tidak berlaku. Padahal kalau dipecah tuh bayaran bisa dapat discount. Dijawab enteng, yah karena bapak ambil bundle, dan maaf kalau waitress kami tidak memberitahu. HUAHUA..
Jadi hati-hati yang makan di Pizza Hut, penuh jebakan, mendingan tanya waitressnya secara detail mengenai discount. Kita terkesan jadi mau makan apa cari discount yah.
Block Apple terhadap Java, iPhone and semua VM tech
Apple market-capnya naik terus, bisa gak jadi 260 uber Microsoft. Kekuatannya adalah bisa buat semua jadi satu, dalam satu devices. Ada OS-nya, ada bahasa pemogramannya, ada technology virtualization pakai LLVM.
Apple berusaha ngelock semuanya dalam ekosistem dia, sebuah cult branding implementasi yang sangat ekslkusif, sampai buat aplikasinya saja harus pakai MacOS, kalau gak beli Mac, yah ngeHackintosh dulu gitu.
Sayang fenomena ini tidak bisa dijalankan mulus dinegara ini, iPhone dibuat 7.5 juta perak, iPad konon jadi 8 juta lebih. terbalik dengan keadaan netbook yang makin hari makin murah sampai dibawah 3 juta ada.
Yang lebih seru, selain harga yang mahal, adalah Apple berusaha blok teknologi virtualisasi yang dibuat perusahaan software lain, dengan kata lain, lo buat sendiri aja kalau mau pake VM lo, padahal perusahaan penyedia teknologi ini tidak ada divisi sistem operasi dan perangkat keras. Ngotot yang gila, lebih kejam dari Microsoft. Saya gak tahu the showbiz of Apple akan drop kapan. Sebab sahamnya masih lg kenceng-kencengnya. Best Buy aja bilang iPad sold out..
Jadi Apple berusaha melock kebebasan semua orang, memasukannya dalam penjara Apple, seperti logonya kan, itu apple yang digigit adam, huahua.. mantap kan.. u got it kan
Apple memasukan LLVM kedalam iPhone dan iPad, sehingga secara teknologi ini seperti Windows dengan .NET. Tapi Windows masih memberikan OS lain untuk menjalankan tech VM lainnya seperti Flash, Java, Erlang, but Apple..
Kelemahan Java terlihat sekali, karena Sun dulu membuat versi Java SDK dan menyerahkan ke Apple, sehingga Java menjadi skill internal Apple, dan Java di Apple tidak jadi premier technology, berbeda dengan Ruby yang dikembangkan diluar Apple.
Tetapi trend semua ke VM tech ini menarik, apalagi iPhone dan iPad itu prosesornya jelas berbeda, tapi iPhone 4.x katanya akan membuat iPhone ARM dg iPad A4 akan jadi satu.
Tetapi market bukan hanya Amerika, dimana iPhone sangat popular di Amerika, Indonesia juga another market, but we can guarrantee iPhone is number XXX disini, BlackBerry lead dan Nokia lead, serta soon Android...
Saya jadi penasaran, anggap saja Apple terbesar uber Microsoft, tetapi negara semakin sporadist, dan seperti apa nanti dunia. Pasar-pasar baru akan muncul, dan migrasi ke service terjadi besar-besaran, SaaS akan jadi hal umum buat kita semua. Mobile akan jadi bagian hidup manusia.
Kita harus meilih satu kubu untuk bertahan, atau banyak kubu tetapi ada platform yang menyediakan dana yang berbentuk layanan.
Saya masih gak penasaran gimana ini VM tech ini bisa grow, Linux harus naik ke Enterprise, dan jadi mainstream, baru menarik.. anyway server linux amazingly popular loh

Momok Proses dan I2P: Proyek Barter Proses Bisnis dengan Aplikasi + Source Code
Beberapa tahun ini saya mendapatkan teman-teman saya ngomel, karena softwarenya dikantornya gak beres-beres, dan berbagai sebab muncul. Posisi saya tercepit, satu sebagai teman saya, dan lumayan dah lama, diatas 10tahunan kenalnya, tetapi disisi lain saya jugakan provide layanan seperti ini. Walaupun kadang jualan ke teman yang tidak mengerti, dan dijelasin juga susah, agak riskan. Jadi yah kita ketemu sebagai teman saja, makan, reuni, ngobrol, bahas kasus kantor. Umumnya topik yang dibahas yah SDM, ini topik generic selama lebih dari 10 tahun saya buka usaha di IT. Kita sempat buat pertemuan 10 CEO IT, di sekitar kedoya, kurang lebih 7 tahun lalu, tetapi sayang semua yang dibahas tidak terealisasi. Malah beberapa perusahaanya sudah pada ngilang.
Kasus proses bisnis, di Indonesia khususnya, sebuah momok, dari perusahaan BUMN dengan pegawai puluhan ribu sampai perusahaan yang ownernya otoriter dan kerjakan semua sendiri, ternyata memiliki pattern yang sama. Management Reporting sebagai departemen strategis, sangat jarang ditemukan. Trend Implementasi ERP sejak 1995-an sudah tinggi, tetapi kasus efesiensi internal masih sangat jarang. Malah terkesan beli ERP buat pajangan. Yang ini saya bisa jelaskan, tetapi japri yah..
Beberapa client lokal yang go global yang saya pernah bantu, ternyata juga memiliki kasus yang sama. Yang menarik ternyata perusahaan asing yang buka rep di Indonesia juga ternyata prosedur internalnya gak canggih-canggih amat.
Jadi secara platform, proses bisnis yang diperbaiki terus menerus merupakan sebuah pekerjaan berat dan banyak perusahaan yang sudah besar (asing) saja masih belum menjalankan dengan benar. Padahal tanpa platform ini, perusahaan di otomatisasi akan sama dengan masuk lingkaran setan tidak kelar-kelar.
Maklum posisi CIO untuk area ini masih juga jarang. Sedangkan seorang CEO sudah pusing tujuh keliling dengan tekanan ekspansinya, belum lagi beberapa CEO masih melakukan tugas procurement.
Banyak perusahaan ternyata menguber ISO 9001, ternyata ini ISO tidak memaping semua proses secara menyeluruh, hanya pada kepuasan pelanggan. Padahal kita tahu internal yang bagus akan menghasilkan external yang bagus, terus sertifikasi internal proses yang bagus dimana? Kaizen, Kanban, Six Sigma adalah salah satu contoh dari internal effectiviness.
Saya melihat, kalau yang manual aja teler, padahal dikelola tiap hari, dan tidak termapping dengan jelas, jadi standar operasionalnya seperti apa. Gimana dibuat sebuah sistem.. Kasus ini pernah terjadi pada salah satu client, dimana owner masih membuat purchasing, dan approve dana, tetapi mau dibuat prosedur berjenjang, yaitu requsition dahulu. Mana bisa, owner itu seperti baginda dalam kerajaan.
Nah, kita di Meruvian, sekarang ada program kecil, I2P, Idea to Product, jadi membuat sebuah ide menjadi produk, yah tentu saja piranti lunak. Sesuai dengan positioning kita, kita buat ini semua aplikasi Opensource, under blueoxygen.org tentu saja.. as usually.
Kita membantu perusahaan untuk dipindahkan prosedur proses bisnisnya yang lama ke yang baru, dan untuk aplikasi yang tidak ada, kita buatkan GRATIS. Tertarik? Kirim saja SOPnya, dan Form yang kosong dan baru, tinggal menunggu, software akan dikerjakan dengan cepat. Bisa versi Web, Mobile atau Desktop, silahkan pilih.
Mungkin model seperti ini bisa membantu perusahaan Anda maju ke sistem yang lebih baik, keluar dari proposal budgeting dan tekanan direksi untuk menyelesaikan tetapi budget tidak ada.
Tertarik?


