Frans Thamura, Best Agnostic Javaman

Globalisasi 2.0, Pengalaman dari ODTUG 2010. dan Sekilas mengenai keluarga Chen.

Jul 05, 2010 by Frans Thamura

Baru saja bangun tidur, dan sepertinya ada hutang ngeblog mengenai apa yang dialami minggu ini. Yah kaki pegel-pegel karena muter 2 balik dari Capital Hill sampai Lincoln, dan foto segera yah..

Banyak hal menarik yang terjadi, dan ternyata part of global semakin murah. Apalagi setelah Andrejus mendapatkan project di Texas, dia harus 1 bulan di Texas, sebelum kembali ke Lithuania bulan depan, dan terus ketemu lagi dengan kita kita para Ace Director di San Fransisco akhir bulan September ini. Lithuania memiliki kasus mirip Indonesia, tentu saja dengan lebih sedikit penduduk dan beberapa hal yang lebih eksotis dari wanita hingga kulturnya..

Dulu, paman saya bercerita mimpi kakek untuk ke Amerika, dan memiliki pabrik sepatu, maklum beliau adalah tukang semir sepatu di kota kecil bernama Mei Sien, dekat Guang Zhou. Merantau ke tanah nunun jauh di tenggara, maklum tahun itu kan belum ada nama-nama negara, seperti Malaysia, Indonesia.. ke tanah harapan yang lebih baik, ditengah perang yang tidak jelas. Amerika sudah terlalu maju, dan keahliannya kurang untuk bersaing disana.

Kemudian, beliau memiliki anak 7 anak, dan dari anaknya yang ke-2 sampai terakhir kecuali yang ke-6, semuanya telah menjadi part of global. Emilia di Singapore, Susan di San Francisco, Imelda di Los Angeles. Mostly adik San-san lulusan Amerika, dan semua adik Imelda lulusan Amerika, dan Anak dari anak terakhir (Papang), lulusan luar, malah SD-SMA di Singapore.

Saya terlahir dari keluarga yang mungkin ekonomi lebih rendah, dan omelan uang saku yang kurang, terus membayangi saya, padahal sudah 17 tahun berlalu. Sehingga membuat saya harus bekerja. Mimpi go out side hampir terealisasi 2001, dengan hampir hengkang ke sydney, Australia. SEmua hasil kerja selama 10 tahun, ternyata habis sudah, tersisa satu lembar deposito yang akhirnya juga habis digunakan untuk operasional Intercitra, dan kabar beritanya, sekarang sudah mulai bosen juga mengunjungi Amerika. nothing special ternyata, malah makanannya yang western, membuat saya harus tiap hari masuk ke depo buang air lebih dari 6 kali, karena mules, ternyata ini perut susah juga beradaptasi dengan ini semua. The body contraction disorder? Jadi, sekarang, untuk kenegara manapun, tidak perlu anak orang kaya lagi loh...siapapun bisa.

Plus kerjaan kecil dari rekan di Malaysia di Android, lengkap sudah, ternyata world is changing rapidly, jadi kasus ke Amerika atau ke negara manapun ternyata sekarang bisa untuk siapa saja, dan kita part of Global. Ini sebuah persepsi yang harus kita sebarkan dan gaungkan ke semua orang, terutama untuk negara yang kerjanya ngedumel bernama Indonesia. Jujur, saya tipe pendumel, ternyata itu SALAH Besar.. Doakan anak Meruvian kita go regional shortly yah.. sudah tahu kan background Meruvian... :)

Apalagi tahun kemarin di New Orleand, Hajo menjelaskan mengenai music Jazz, dan mengapa saya harus adaptasi, walaupun jujur aja agak asing ini lagu (saya bukan penggemar lagu), termasuk juga makan malam dengan Lonneke, Mike, dan beberapa leader IT di Eropa, baik topiknya investasi, marketshare, dan juga makan malam yang super mahal (kita makan malam daging buaya). FYI, Hajo memiliki keluarga yang agak konservatif, dan kaget saat dia membawa wanita thailand menjadi istrinya, semua keluarganya bingung, terutama orang tuanya, yang sudah terbiasa hidup nyaman dengan kultur Jerman. Ternyata ada orang lain didunia sana yang berbeda, dan sekarang part of their family.

Ternyata apa yang dibicarakan di New Orleans terjadi juga, Simpson, Ace Director dari Slovakia, yang mengatakan mengenai bahasa inggris sekarang sangat diperlukan untuk komunikasi.

Dari semua ini kalau dikilas baik, ternyata pola hidup, cara memandang kita semua berbeda. Saya akuir para bule ini lebih maju, terutama mengenai kultur bekerja diberbagai negara, sampai lintas benua. Rekan Andrejus dari Romania sekarang di Afrika Selatan, Paul Dorsey memiliki kantor di Afrika, Basheer punya kantor di Malaysia, Lonneke di Singapura. Kerjaan lintas negara adalah hal biasa.

Tentu saja ini semua karena izin mengunjungi negara-negara itu semakin mudah, berbeda dengan kita, yang dari Indonesia, termasuk saya sendiri yang harus masuk Alien Investigastion sekarang Second Investigation. Ini adalah step melelahkan bagi mereka yang baru ke Amerika, untung saya sering, jadi sekarang cape dingantri saja, tapi gak ada proses lain yang merepotkan. Membicarakan Second Investigation, ternyata hal ini terjadi juga untuk teman saya bernama Lie Tjien, warga Jakarta yang sekarang telah tinggal dan menjadi warga negara CAnada, ternyata masih masuk second investigation, karena dulu warga negara indonesia yang pernah menunjungi Amerika. Kasus seperti ini dan juga kasus FISKAL oleh pemerintah kita yang terkenal mengganggu hidup warganya, adalah contoh yang membuat pola pikir kita, melihat bisa mengunjungi Jakarta adalah HEBAT. Padahal diluar sana, mengunjungi negara lain adalah hal biasa..

Andrejus kemarin satu mobil dengan saya ke Dulles, salah satu airport di Washington. Mengatakan mengenai Lithuania, pemerintahnya yang tidak friendly, dan sebuah blog gratis yang membuat dia bisa go global, dan bertemu kita semua, dan mendapat proyek di Amerika, Afrika, Eropa. Yah ini juga karena izin visa mengunjungi daerah ini semua hanya butuh sebuah email.

Anyway, para Ace Director sedang siap2 mengunjungi Indonesia, dan mereview apa yang Meruvian kerjakan, terutama untuk orang Indonesia, yang notabene di mata mereka adalah sebuah hal menarik, maklum GDP kita dengan mereka sudah berbeda, gaji sudah berbeda, dan juga ternyata mereka banyak yang protes pajak yang terlalu tinggi disana.

Yang menarik, kerja sosial harus ada didalam CV/Resume hampir semua orang di negara maju, bandingkan dengan negara kita yang "semakin suka" bukan bersosial tapi lebih mengabuse. So, sudahkan Anda memasukan kegiatan sosial anda kedalam CV anda?

Menarik kan, semua pola pikir ini, dan saya termasuk beruntung dapat duduk, makan, share dengan para Ace Director yang mostly adalah owner dan founder perusahaannya. Jadi didunia Ace Director, kita tidak hanya membahas mengenai Fusion Middleware saja, tetapi yang menarik adalah PAJAK, dan Pemerintah. Walaupun banyak yang sangat tidak suka membahas politik, dan mau focus dengan kerjaannya.

Get ready to go Global? Skillset is the foundation of those.

Share |
"The World throughs the binary perspective" Name: Frans Thamura
Contact: frans at meruvian dot org
Mobile: +62 855 7888 699
Tweeter: http://twitter.com/fthamura


Donate to Meruvian
Help Indonesia!!





View Frans Thamura's profile on LinkedIn






My Entities:



Search

 

« July 2010 »
SunMonTueWedThuFriSat
    
1
2
3
4
6
7
9
12
13
14
15
16
17
19
20
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
       
Today

Links

Feeds




Navigation