Pengalaman Magang


Assalamualaikum Wr. Wb,

Saya Yoga Adi Prasetya, anak SMK PGRI 3 MALANG yang sedang magang di Meruvian, disini saya kira-kira sudah hampir 2 bulan magang di Meruvian ini, dan saya juga mendapatkan pengalaman-pengalaman menarik disini. Banyak ilmu yang saya dapatkan disini, seperti yang dulunya tidak mengerti apa itu Cimande, sekarang jadi bisa lebih mengerti Cimande, meskipun belum sepenuhnya mengerti, hhe. Maklum lah, namanya juga baru belajar.



Pertama saya datang disini, rasanya masih belum percaya kalau saya udah ninggalin Malang, padahal suhu Malang ama Depok beda, tapi rasanya masih kayak di Malang. Selang beberapa hari saya netap disini, saya dan semua anak magang dibawa ke Universitas Gunadarma buat di ketemuin ama Pak Frans Thamura, Beliau yang nantinya yang akan membimbing saya dan semua anak magang untuk menjadi seorang programing.



Disini saya dan semua anak magang di beri tugas pertama buat belajar materi OOP( Object Oriented Programing ) yang nantinya akan digunakan buat nyeleksi anak magang buat masuk di Team Syariah, dan sayangnya saya enggak kepilih, tapi gapapa masih ada kesempatan lain waktu, setelah 12 anak kepilih di Team Syariah, kita diberi tugas baru untuk belajar dan mengerjakan JENI 5, dalam ngerjain JENI 5 ini, kita arus pake beberapa Tools,misalnya :

-> Eclipse

-> Apache Tomcat

-> Cimande sdk

-> XAMPP

Setelah saya kerjain, Allhamdulillah bisa n' saya juga lumayan paham, setelah kurang lebih satu bulan di sini, Pak Frans datang ke camp buat milih anak yang akan ikutan Team Android n' Team Rest, n' mungkin hari itu kebruntungan saya lagi kabur kgag tau kemana, saya kagak kepilih lagi, jadi nasib anak-anak yang kagakke pilih ntu, akhirnya suruh beljar OOP sampe' ngerti buat ngajar anak-anak sekolah mulai dari smp,sma,dll.



Disitu akhirnya saya belajar OOP yang juga memerlukan beberapa tools,misalnya :

-> net beans yang nantinya buat ngerjain project-project OOP .

Nah pas tanggal 17 Agustus 2010, Pak Frans dateng ke camp buat ngeliyat presentasinya anak-anak magang, semua anak magang pada tegang semua, krna wktu itu ada tugas yang belum slese di kerjain, pas jatah Team Rest suruh presentasi, anak OOP suruh ngeliat presentasinya Team Rest, setelah Team Rest slese presentasi, Pak Frans mbagi' tugas lagi ke anak OOP buat ikutan ngrjain Rest, nah tugasnya itu suruh buat JENI 5 dengan Cimande2(Cimande Versi Anyar).
Setelah itu saya nyoba-nyoba ngerjain tugas itu, saya ngerjain itu juga butuh beberapa tools,misal :

-> Eclipse

-> Apache Tomcat

-> Cimande Rest(struts-rest)

-> XAMPP

Langkah-langkah pembuatan JENI 5 dengan Cimande versi baru ini lumayan hampir mirip ama pengerjaan dengan membuat JENI 5 dengan Cimande lama, hanya yang sedikit berbeda pada langkah terakhir, jika pada Cimande lama kita harus membuat descriptor, module function, dll. Namun jika di Cimande baru, kita tidak perlu melalui proses itu .

Tugas yang saya kerjakan ini belum sampai tuntas, karena harus menambah kan category di dalamnya, jadi sampai sekarang saya masih mencoba untuk mengerjakannya .

Mungkin sampai sini dulu yak berbagi nyak, tunngu aja selanjutnyaa,,

Thanks for all

Wassalamu'alaikum Wr.Wb,
blog comments powered by Disqus

 

Tears


Would you stop all the lines

Comin out from your mouth

Isn?t my stories not enough

Too much lies for me So please forgive me

Your car my house our phones

Where all the memories lies

All the tears that aren?t wasted

All the anger that exploded

All the things that we?ve been through

Wouldn?t pay a thing if we end this

Your car my house our phones

Where all the memories lies

All the tears that aren?t wasted

All the anger that exploded

All the things that we?ve been through

Wouldn?t pay a thing if we end this

This is just the half part

Half part of my lyrics

All the tears that aren?t wasted

All the anger that exploded

All the things that we?ve been through

Wouldn?t pay a thing if we end this

 

Dasar-Dasar OOP(Object Oriented Programing)


0.1 Apa itu OOP..?

OOP((Object Oriented Programming) yang merupakan pemrograman yang berorientasikan kepada objek, dimana semua data dan fungsi di bungkus dalam class-class atau objek-objek.Setiap objek, dapat menerima pesan, memproses data, mengirim, menyimpan, dan memenipulasi data. Beberapa objek berinteraksi dengan saling memberikan informasi satu terhadap yang lainnya. Masing-masing objek berisikan informasi mengenai dirinya, yang nantinya akan dihubungkan dengan objek lainnya.

0.1.1 Apa itu Objek..?

Objek adalah sesuatu yang dapat di analogika-kan sebagai benda, manusia, tempat, kejadian, atau konsep-konsep yang ada di dunia nyata yang digunakan pada perangkat lunak atau sistem informasi. Contohnya :mahasiswa, pembayaran,dll.
0.1.2 Apa itu Class..?

Class adalah kumpulan dari objek, attribut(property) yang mirip, prilaku yang mirip, dan hubungan dengan object yang lain dengan cara yang mirip.

0.1.3 Apa itu Attribut..?

Attribut adalah data-data yang di miliki oleh object dalam suatu class.



Jika anda masih belum paham dengan pegertian di atas,saya akan berikan logikanya,

Seperti ini contohnya :

Name Class = Manusia,

Name Object = Yoga,bebek,

Name Attribut = Yoga memiliki Attribut rambut, telinga, tangan, kaki

Name Attribut = Bebek memiliki Attribut Paruh, bulu,sayap, kaki



dari contoh di atas dapat di jelaskan :

Manusia sebagai nama Class-nya,dan Class Manusia sendiri mempunyai Nama Object Yoga dan Bebek,,kemudian dari ObjectYoga mempunyai Property(attribut) seperti rambut, telinga, tangan, kaki dan dari Object Bebek mempumyai Property(Attribut) seperti Paruh, bulu, sayap, kaki

jadi seperti itu logika dari contoh di atas,,

Seperti itulah dasar OOP(Object Oriented Programming) yang bisa saya berikan,

Thanks for all

 

Long Time No See


apa kabar kawan long time no see

kemana aja lo ato you mati

senang rasanya bertemu kembali

bermusim-musim yang berganti

namun dirimu selalu kunanti

senang rasanya bertemu kembali



ingatkah waktu bersama tertawa

ingatkah waktu bersama terluka

ingatkah waktu bersama berbagi bahagia

wou yaa... ya ya... ya..



jabat tanganku

coba salam tanganku

mari bersama-sama kita rayakan

yaya ya ya ya ya...



jabat tanganku

coba salam tanganku

mari bersama-sama kita bersulang

 

Everyday and everynight


And this will lead to the time

We spent the night and talked about our lives

And dont forget to say goodnight

And I look you in the eyes

The temperature was cold but didn't mean anything

Since then I miss you everyday and everynight



Everyday and everynight

Everyday and everynight

Everyday and everynight



I came between the doorstep and window

I`ll let you see the part of the world

you haven`t seen before

So take me by the hand

Lets go

As this drama just begun



Everyday and everynight

Everyday and everynight

Everyday and everynight



Since then I miss you everyday and everynight

 

yg gk jdi.

. maap yaak

 

KU TAKKAN PERNAH MELUPAKAN MU

<B><h6>KU TAKKAN PERNAH MELUPAKANMU</h6><B>
Betapa aku menyukaimu

Tidakkah kau sadari itu?

Ku di depan matamu, kau tak melihatku

Betapa ku sangat menyukaimu

Ku berkhayal kau jadi milikku

Setiap hari kuingat s?lalu

Kan kukejar dirimu tak terbatas waktu

dan kutakkan pernah melupakanmu

Andaikan hatimu terbuka untukku

Alangkah senang hatiku

Apa yang terjadi, kau anggap diriku

hanya bagai angin lalu

Ku berkhayal kau jadi milikku

Setiap hari kuingat s?lalu

Kan kukejar dirimu tak terbatas waktu

dan kutakkan pernah melupakanmu

dan kutakkan pernah melupakanmu

dan kutakkan pernah melupakanmu

 

MAWARKU

<B><h6>MAWARKU</h6></B>
rasa cinta yang terpendam di hatiku

yang tak bisa kukatakan padamu

tak pernah mampu untuk ungkapkan cintaku

sejuta rasa tersimpan di hatiku

hooo kuyakinkan rasa hatiku

houwoo hanyalah untukmu

mawarku,,

dengarkanlah hatiku bicara,

kepadamu, tentang cinta,,

mawarku,,

resapilah rasa di hatiku,,

hanya tuk dirimu hooo...

 

HIBERNATE

Hibernate adalah salah satu mode dalam manajemen power dimana dalam status ini komputer akan menyimpan isi memory ke dalam harddisk untuk kemudian supply power ke komponen-komponen tertentu diputus sehingga konsumsi power dapat diminimalkan. Hibernate hampir sama dengan mode Standby, hanya saja hibernate lebih sedikit mengkonsumsi power dikarenakan dalam kondisi ini komputer tidak perlu mensupply RAM, tentunya dengan konsekuensi waktu pengaktifannya (wakeup) lebih lama dibandingkan apabila aktif dari status standby. Pengaturan power (power management) khususnya di perangkat-perangkat yang disupply oleh batere seperti laptop sudah menjadi suatu kebutuhan. Dengan fitur ini sebuah perangkat dapat dikontrol agar mengurangi konsumsi power sehingga life time batere dapat lebih lama (efisiensi pemakaian power). Intel dan Microsoft mengembangkan secara bersama-sama APM (Advanced Power Management), yaitu API yang mengijinkan BIOS untuk menjalankan fungsi pengaturan konsumsi power, misalnya dengan cara mengurangi kecepatan CPU, mematikan putaran harddisk atau mematikan supply power ke monitor ketika berada pada kondisi tidak aktif setelah periode waktu yang telah ditentukan. Monitor yang mendukung fungsi API seperti ini biasanya disebut sebagai green monitor, artinya monitor yang ramah lingkungan. Tapi fitur ini jangan disamakan dengan screensaver, karena screensaver adalah software yang dibuat dengan tujuan mencegah monitor terbakar, yaitu dengan cara mencegah setiap pixel mengeluarkan warna yang sama setiap saat, biasanya dengan cara menghentikan penembakan ion sehingga yang terlihat di user adalah warna hitam/blank. Solusi lain dari pengaturan power ini adalah ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) yang dikembangkan oleh HP, Intel, Microsoft, Phoenix dan Toshiba. ACPI merupakan pengembangan lebih lanjut dari APM, perbedaan yang paling mendasar jika dibandingkan dengan APM adalah APM menugaskan pengaturan power ke BIOS dengan mengijinkan interverensi dari OS yang terbatas, sementara ACPI mengijinkan OS untuk mengontrol pengaturan power, sementara BIOS hanya diberi tugas untuk berkomunikasi dengan hardware secara lebih detail, tapi harap diingat, pengontrolannya tetap ditangani oleh OS. ACPI tidak hanya menghadirkan kemampuan manajemen power di lingkungan komputer portable sebagaimana APM tapi fitur ini juga tersedia bagi komputer desktop dan server. Beberapa vendor komputer (seperti asus dan compaq) mengembangkan lebih lanjut fitur ini untuk kepentingan yang lain, yaitu tombol multimedia. Ada kelemahan dari ACPI, yaitu tidak dapat diaplikasikan untuk komputer lama karena diperlukan modifikasi OS, chipset motherboard bahkan untuk beberapa fungsinya CPU pun perlu dimodifikasi. ACPI mendefinisikan 5 tingkatan status power yang berbeda, yaitu: S0 â?? Aktif dengan power penuh S1 â?? Standby, dengan menghentikan suply power untuk display dan drive, tapi suply power untuk CPU, memori dan kipas masih tetap ada. S2 â?? Standby, dengan menghentikan suply power untuk CPU dan cache. S3 â?? Standby, dengan suply power minimal, yaitu untuk menghidupi RAM yang dipergunakan untuk proses startup yang cepat. (Ini berguna bagi desktop karena membuat desktop tetap siap pakai, tapi mengurangi bising dari kipas dan disk drive) S4 â?? Hibernate dengan seluruh suply power diputus dan image dari desktop disimpan ke disk. S5 â?? Suply power benar-benar diputus dan tidak ada image yang disimpan ke disk.

 

MVC

Kali ini saya jelaskan ten­tang cara mem­buat ?struk­tur? MVC seder­hana untuk menulis kode yang main­tainable dengan memecah kode men­jadi beberapa bagian ber­dasarkan fung­sinya ( separation of con­cerns ). Saya ang­gap Anda sudah cukup meng­etahui dasar OOP dan memp­rak­tek­kan­nya, jadi saya nggak perlu men­jelaskan lagi apa itu class, instance, static, getter/setter, dsb. Saya juga nggak men­jelaskan apa itu cus­tom events dan bagaimana cara mem­buat & meng­gunakan­nya karena sudah per­nah saya jelaskan dalam artikel yang lain. Selain itu, Anda juga harus meng­erti cara men­definisikan & mem­buat cus­tom class untuk objek di library. Design Pat­terns Design pat­terns (DP) adalah sekum­pulan solusi generik untuk masalah-masalah yang umum ditemui oleh para developer dalam mem­buat aplikasi. Pat­tern ber­arti pola, artinya DP bukan ber­upa kode, tetapi ber­upa pan­duan yang implemen­tasinya ter­serah developer yang menggunakannya. Info yang lebih leng­kap bisa Anda baca di wikipedia. Model-View-Controller MVC adalah meta-pattern , artinya MVC bukan merupakan pat­tern yang ber­diri sen­diri tapi merupakan kum­pulan dari beberapa pat­tern & dalam buku Head First Design Pat­terns , MVC dimasukkan dalam kelom­pok compound-pattern. Pada prin­sip­nya, implemen­tasi MVC mem­bagi kode ke dalam 3 bagian yaitu: * Model seba­gai sum­ber data * View seba­gai rep­resen­tasi data dan user inter­face * Con­troller yang ber­fungsi seba­gai ?otak? atau business logic yang memp­roses user input dan meng?update Model dan View ( kalau diperlukan ). Apa keun­tungan MVC ? Sekilas MVC kelihatan­nya merepotkan karena kita harus menulis kode lebih banyak tapi keun­tungan­nya adalah kode kita lebih main­tainable karena kita bisa meng­ubah salah satu bagian tanpa harus meng­ubah bagian yang lain. Seba­gai con­toh, misal­nya kita mem­buat aplikasi A yang memp­roses data ber­for­mat XML namun kemudian kita diharuskan meng­gunakan data ber­for­mat JSON. Dalam kasus seperti ini, kita cukup meng­ubah Model tanpa harus meng­ubah bagian yang lain. MVC juga mem­per­mudah debug­ging karena kita bisa mem­per­kirakan bagian mana yang ber­masalah tanpa harus mem­bong­kar seluruh kode yang sudah kita buat. Jadi secara umum, keun­tungan MVC jauh lebih besar daripada kerepotan yang ditim­bul­kan­nya. Di sam­ping itu, kalo Anda nggak mau repot menulis berbaris-baris kode, mung­kin men­jadi program­mer bukan profesi yang cocok buat Anda & sebaik­nya Anda cari peker­jaan lain. ;-) MODEL ->> Model adalah bagian dimana data ber­ada. Untuk data yang ber­sifat global, kita bisa meng­im­plemen­tasikan Singleton pat­tern. Singleton class hanya bisa diin­stan­siasi satu kali selama aplikasi ber­jalan. Umum­nya, referensi ke instance dari Singleton diak­ses dengan memang­gil static method getInstance(). Kalo kita bekerja ber­sama developer lain, kita bisa men­cegah mereka menginstansiasi/membuat objek Singleton dengan meng­gunakan inner class yaitu class yang didefinisikan diluar pac­kage tetapi masih di dalam file yang sama. Model saya gunakan untuk menyimpan data ber­upa posisi kotak kuning. Pada saat data ber­ubah, Model akan men-dispatch Event.CHANGE yang didengarkan oleh MainView yang kemudian meng-update posisi kotak kuning. [js] pac­kage simplemvc.model { import flash.events.Event; import flash.events.EventDispatcher; import flash.geom.Point; /** * ? * @author Ang­gie Bratadinata */ public class Model extends EventDispatcher { public var heroHeight:Number = 0; public var heroWidth:Number = 0; //???????????????????? HERO VELOCITY public var vx:Number = 10; public var vy:Number = 10; //???????????????????? HERO POSITION private var _heroPos:Point = new Point(); public fun­ction get heroPos():Point { return _heroPos; } public fun­ction set heroPos(value:Point):void { if (value.x >= heroBounds.xMin && value.x <= heroBounds.xMax && value.y >= heroBounds.yMin && value.y <= heroBounds.yMax ) { _heroPos = value; dispatchEvent(new Event(Event.CHANGE)); } } public fun­ction moveDown():void { heroPos = new Point(heroPos.x, heroPos.y + vy); } public fun­ction moveUp():void { heroPos = new Point(heroPos.x, heroPos.y ? vy); } public fun­ction moveLeft():void { heroPos = new Point(heroPos.x ? vx, heroPos.y); } public fun­ction moveRight():void { heroPos = new Point(heroPos.x + vx, heroPos.y ); } //???????????????????? HERO BOUNDS private var _heroBounds:Object = {}; public fun­ction get heroBounds():Object { return _heroBounds; } public fun­ction set heroBounds(value:Object):void { //trace(value); _heroBounds.xMin = value.x; _heroBounds.xMax = value.x + value.width ? heroWidth; _heroBounds.yMin = value.y; _heroBounds.yMax = value.y + value.height ? heroHeight; } //???????????????????? INIT private static var _instance:Model; public fun­ction Model(enf:SingletonEnforcer) {} public static fun­ction getInstance():Model { if (_instance == null) _instance = new Model(new SingletonEn­for­cer()); return _instance; } } } //INNER CLASS class SingletonEnforcer { }; [/js] VIEW & VIEW EVENT ->> Pac­kage view ber­isi class yang ber­hubungan dengan library sym­bol yaitu MainView dan ArrowButton. MainView ber­tugas menyiarkan ViewEvent jika salah satu tom­bol navigasi diklik. Event ini ditang­kap oleh Controller yang kemudian meng-update Model. Selain itu MainView juga menam­pilkan posisi kotak kuning. Kenapa saya mem­buat ViewEvent dan nggak mem­buat Controller yang lang­sung men­dengarkan MouseEvent.CLICK yang disiarkan oleh tom­bol kon­trol ? Karena saya ingin meminimalkan coupling antara MainView dan Controller sehingga jika saya perlu meng­ubah View, selama event yang disiar­kan­nya tetap ber­tipe ViewEvent, saya nggak perlu meng­ubah Controller. [js] pac­kage simplemvc.view { import flash.display.MovieClip; import flash.events.Event; import flash.events.MouseEvent; import flash.geom.Point; import flash.text.TextField; import simplemvc.events.ViewEvent; import simplemvc.model.Model; /** * ? * @author Ang­gie Bratadinata */ public class Main­View extends MovieClip { //timeline objects public var hero:MovieClip; public var board:MovieClip; public var leftBtn:ArrowButton; public var rightBtn:ArrowButton; public var upBtn:ArrowButton; public var downBtn:ArrowButton; public var positionTxt:TextField; private var _model:Model = Model.getInstance(); //???????????????????? INIT public fun­ction MainView() { initButtonListener(); _model.addEventListener(Event.CHANGE, modelListener); } private fun­ction initButtonListener():void { var i:int = 0; while (i < numChildren) { if (this.getChildAt(i) is ArrowBut­ton) { this.getChildAt(i).addEventListener(MouseEvent.CLICK, but­tonLis­tener); } i++; } } private fun­ction buttonListener(e:MouseEvent):void { switch(e.currentTarget) { case lef­tBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_LEFT)); break; case rightBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_RIGHT)); break; case upBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_UP)); break; case downBtn: dispatchEvent(new ViewEvent(ViewEvent.MOVE_DOWN)); break; } } private fun­ction modelListener(e:Event):void { hero.x = _model.heroPos.x; hero.y = _model.heroPos.y; positionTxt.text = _model.heroPos.toString(); } } } [/js] [js] pac­kage simplemvc.events { import flash.events.Event; /** * ? * @author Ang­gie Bratadinata */ public class ViewEvent extends Event { public static const MOVE_LEFT:String = ?moveLeft?; public static const MOVE_RIGHT:String = ?moveRight?; public static const MOVE_UP:String = ?moveUp?; public static const MOVE_DOWN:String = ?moveDown?; public fun­ction ViewEvent(type:String) { super(type, true); } over­ride public fun­ction clone():Event { return new ViewEvent(type); } over­ride public fun­ction toString():String { return formatToString(?ViewEvent?, ?type?, ?bubbles?, ?can­celable?, ?even­tPhase?); } } } [/js] CONTROLLER ->> Controller men­dengarkan ViewEvent yang disiarkan oleh MainView dan meng-update Model ber­dasarkan event tersebut. [js] pac­kage simplemvc.controller { import flash.events.Event; import flash.geom.Point; import simplemvc.model.Model; import simplemvc.view.*; import simplemvc.events.*; /** * ? * @author Ang­gie Bratadinata */ public class Controller { private var _model:Model = Model.getInstance(); private var _view:MainView; //???????????????????? INIT public fun­ction Controller(view:MainView) { _view = view; _model.heroHeight = _view.hero.height; _model.heroWidth = _view.hero.width; _model.heroBounds = _view.board.getBounds(_view); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_DOWN, viewLis­tener); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_UP, viewLis­tener); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_LEFT, viewLis­tener); _view.addEventListener(ViewEvent.MOVE_RIGHT, viewListener); } public fun­ction startUp():void { _model.heroPos = new Point(0, 0); } private fun­ction viewListener(e:ViewEvent):void { switch(e.type) { case ViewEvent.MOVE_DOWN: _model.moveDown(); break; case ViewEvent.MOVE_LEFT: _model.moveLeft(); break; case ViewEvent.MOVE_RIGHT: _model.moveRight(); break; case ViewEvent.MOVE_UP: _model.moveUp(); break; } } } } [/js] Document/Main Class [js] package { import flash.display.MovieClip; import simplemvc.controller.Controller; import simplemvc.view.MainView; /** * ? * @author Ang­gie Bratadinata */ public class Main extends MovieClip { public var mainView:MainView; public var controller:Controller; public fun­ction Main() { con­troller = new Controller(mainView); controller.startUp(); } } } [/js] Seperti Anda lihat, menulis kode dengan struk­tur MVC nggak ter­lalu sulit, hanya sedikit ngerepotin. :-)

 

Cara mapping dan konfigurasi dalam entity"article"

01 /* 02 * To change this template, choose Tools | Templates 03 * and open the template in the editor. 04 */ 05 06 package org.jug.joglosemar.entity; 07 08 /** 09 * 10 * @author Wilbert 11 * Class ini melambangkan tabel Article di database 12 * yang nantinya digunakan untuk menampilkan artikel-artikel 13 */ 14 public class Article 15 { 16 private long id; 17 private String title; 18 private String detail; 19 private long datePost; 20 private Jugers author; 21 22 public Article() {} 23 24 public long getId() { 25 return id; 26 } 27 28 public void setId(long id) { 29 this.id = id; 30 } 31 32 public String getTitle() { 33 return title; 34 } 35 36 public void setTitle(String title) { 37 this.title = title; 38 } 39 40 public String getDetail() { 41 return detail; 42 } 43 44 public void setDetail(String detail) { 45 this.detail = detail; 46 } 47 48 public long getDatePost() { 49 return datePost; 50 } 51 52 public void setDatePost(long datePost) { 53 this.datePost = datePost; 54 } 55 56 public Jugers getAuthor() { 57 return author; 58 } 59 60 public void setAuthor(Jugers author) { 61 this.author = author; 62 } 63 } ->> 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 ->>Lalu setelah itu, saya tambahkan mapping tersebut ke dalam file konfigurasi hibernate.., yaitu di file hibernate.cfg.xml.. Berikut isi filenya : 01 02 03 04 05 10 11 12 java:/comp/env/jdbc/joglosemar 13 14 org.hibernate.dialect.MySQLDialect 15 16 thread 17 18 true 19 20 create 21 22 23 24 25 26 27 ->>Dan langkah yang terakhir adalah membuat DAO + Implementasinya.. Berikut ini saya akan tampilkan DAO + Implementasi yang sudah saya buat.. 01 /* 02 * To change this template, choose Tools | Templates 03 * and open the template in the editor. 04 */ 05 06 package org.jug.joglosemar.dao; 07 08 import java.util.List; 09 import org.jug.joglosemar.entity.Article; 10 11 /** 12 * 13 * @author Wilbert 14 */ 15 public interface ArticleDAO 16 { 17 public void insert(Article artc) throws Exception; 18 public void delete(Article artc) throws Exception; 19 public void update(Article artc) throws Exception; 20 public Article load(long id) throws Exception; 21 public List

getAllArticles() throws Exception; 22 public List
getLastArticles() throws Exception; 23 } ->> 01 /* 02 * To change this template, choose Tools | Templates 03 * and open the template in the editor. 04 */ 05 06 package org.jug.joglosemar.dao.hbm; 07 08 import java.util.ArrayList; 09 import java.util.List; 10 import org.hibernate.Session; 11 import org.jug.joglosemar.dao.ArticleDAO; 12 import org.jug.joglosemar.entity.Article; 13 import org.jug.joglosemar.util.HibernateUtil; 14 15 /** 16 * 17 * @author Wilbert 18 * Implementasi DAO untuk query ke database 19 */ 20 public class ArticleDAOImpl implements ArticleDAO 21 { 22 public void insert(Article artc) throws Exception { 23 HibernateUtil.beginTransaction(); 24 Session session = HibernateUtil.getSession(); 25 try{ 26 session.save(artc); 27 }catch(Exception ex){ 28 throw ex; 29 } 30 } 31 32 public void delete(Article artc) throws Exception { 33 HibernateUtil.beginTransaction(); 34 Session session = HibernateUtil.getSession(); 35 try{ 36 session.delete(artc); 37 }catch(Exception ex){ 38 throw ex; 39 } 40 } 41 42 public void update(Article artc) throws Exception { 43 HibernateUtil.beginTransaction(); 44 Session session = HibernateUtil.getSession(); 45 try{ 46 session.update(artc); 47 }catch(Exception ex){ 48 throw ex; 49 } 50 } 51 52 public Article load(long id) throws Exception { 53 HibernateUtil.beginTransaction(); 54 Session session = HibernateUtil.getSession(); 55 Article artc = null; 56 try{ 57 artc = (Article)session.load(Article.class,id); 58 }catch(Exception ex){ 59 throw ex; 60 } 61 return artc; 62 } 63 64 public List
getAllArticles() throws Exception { 65 HibernateUtil.beginTransaction(); 66 Session session = HibernateUtil.getSession(); 67 List
list = new ArrayList
(); 68 try{ 69 list = session.createQuery("from Article").list(); 70 }catch(Exception ex){ 71 throw ex; 72 } 73 return list; 74 } 75 76 public List
getLastArticles() throws Exception { 77 HibernateUtil.beginTransaction(); 78 Session session = HibernateUtil.getSession(); 79 List
list = new ArrayList
(); 80 try{ 81 list = session.createQuery("from Article order by date_post desc limit 0,10").list(); 82 }catch(Exception ex){ 83 throw ex; 84 } 85 return list; 86 } 87 } ->>Selesai sudah untuk pembuatan entitynya.. Perlu diperhatikan juga (bagi yang merasa team saya), kita bermain dengan 2 framework, yaitu Struts dan Hibernate.. Maka harus dipastikan kita bisa membedakan keduanya.. Jangan dicampur adukkan..! Sekarang kita coding dulu Hibernate nya, setelah itu baru kita bermain Struts nya.. Saya rasa kalau satu per satu cara memikirkannya malah lebih bagus, karena ada kerangka berpikir yang terstruktur, yaitu Struts dan Hibernate..

 

Cara mapping dan konfigurasi dalam entity"article"

01 /* 02 * To change this template, choose Tools | Templates 03 * and open the template in the editor. 04 */ 05 06 package org.jug.joglosemar.entity; 07 08 /** 09 * 10 * @author Wilbert 11 * Class ini melambangkan tabel Article di database 12 * yang nantinya digunakan untuk menampilkan artikel-artikel 13 */ 14 public class Article 15 { 16 private long id; 17 private String title; 18 private String detail; 19 private long datePost; 20 private Jugers author; 21 22 public Article() {} 23 24 public long getId() { 25 return id; 26 } 27 28 public void setId(long id) { 29 this.id = id; 30 } 31 32 public String getTitle() { 33 return title; 34 } 35 36 public void setTitle(String title) { 37 this.title = title; 38 } 39 40 public String getDetail() { 41 return detail; 42 } 43 44 public void setDetail(String detail) { 45 this.detail = detail; 46 } 47 48 public long getDatePost() { 49 return datePost; 50 } 51 52 public void setDatePost(long datePost) { 53 this.datePost = datePost; 54 } 55 56 public Jugers getAuthor() { 57 return author; 58 } 59 60 public void setAuthor(Jugers author) { 61 this.author = author; 62 } 63 } ->> 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 ->>Lalu setelah itu, saya tambahkan mapping tersebut ke dalam file konfigurasi hibernate.., yaitu di file hibernate.cfg.xml.. Berikut isi filenya : 01 02 03 04 05 10 11 12 java:/comp/env/jdbc/joglosemar 13 14 org.hibernate.dialect.MySQLDialect 15 16 thread 17 18 true 19 20 create 21 22 23 24 25 26 27 ->>Dan langkah yang terakhir adalah membuat DAO + Implementasinya.. Berikut ini saya akan tampilkan DAO + Implementasi yang sudah saya buat.. 01 /* 02 * To change this template, choose Tools | Templates 03 * and open the template in the editor. 04 */ 05 06 package org.jug.joglosemar.dao; 07 08 import java.util.List; 09 import org.jug.joglosemar.entity.Article; 10 11 /** 12 * 13 * @author Wilbert 14 */ 15 public interface ArticleDAO 16 { 17 public void insert(Article artc) throws Exception; 18 public void delete(Article artc) throws Exception; 19 public void update(Article artc) throws Exception; 20 public Article load(long id) throws Exception; 21 public List

getAllArticles() throws Exception; 22 public List
getLastArticles() throws Exception; 23 } ->> 01 /* 02 * To change this template, choose Tools | Templates 03 * and open the template in the editor. 04 */ 05 06 package org.jug.joglosemar.dao.hbm; 07 08 import java.util.ArrayList; 09 import java.util.List; 10 import org.hibernate.Session; 11 import org.jug.joglosemar.dao.ArticleDAO; 12 import org.jug.joglosemar.entity.Article; 13 import org.jug.joglosemar.util.HibernateUtil; 14 15 /** 16 * 17 * @author Wilbert 18 * Implementasi DAO untuk query ke database 19 */ 20 public class ArticleDAOImpl implements ArticleDAO 21 { 22 public void insert(Article artc) throws Exception { 23 HibernateUtil.beginTransaction(); 24 Session session = HibernateUtil.getSession(); 25 try{ 26 session.save(artc); 27 }catch(Exception ex){ 28 throw ex; 29 } 30 } 31 32 public void delete(Article artc) throws Exception { 33 HibernateUtil.beginTransaction(); 34 Session session = HibernateUtil.getSession(); 35 try{ 36 session.delete(artc); 37 }catch(Exception ex){ 38 throw ex; 39 } 40 } 41 42 public void update(Article artc) throws Exception { 43 HibernateUtil.beginTransaction(); 44 Session session = HibernateUtil.getSession(); 45 try{ 46 session.update(artc); 47 }catch(Exception ex){ 48 throw ex; 49 } 50 } 51 52 public Article load(long id) throws Exception { 53 HibernateUtil.beginTransaction(); 54 Session session = HibernateUtil.getSession(); 55 Article artc = null; 56 try{ 57 artc = (Article)session.load(Article.class,id); 58 }catch(Exception ex){ 59 throw ex; 60 } 61 return artc; 62 } 63 64 public List
getAllArticles() throws Exception { 65 HibernateUtil.beginTransaction(); 66 Session session = HibernateUtil.getSession(); 67 List
list = new ArrayList
(); 68 try{ 69 list = session.createQuery("from Article").list(); 70 }catch(Exception ex){ 71 throw ex; 72 } 73 return list; 74 } 75 76 public List
getLastArticles() throws Exception { 77 HibernateUtil.beginTransaction(); 78 Session session = HibernateUtil.getSession(); 79 List
list = new ArrayList
(); 80 try{ 81 list = session.createQuery("from Article order by date_post desc limit 0,10").list(); 82 }catch(Exception ex){ 83 throw ex; 84 } 85 return list; 86 } 87 } ->>Selesai sudah untuk pembuatan entitynya.. Perlu diperhatikan juga (bagi yang merasa team saya), kita bermain dengan 2 framework, yaitu Struts dan Hibernate.. Maka harus dipastikan kita bisa membedakan keduanya.. Jangan dicampur adukkan..! Sekarang kita coding dulu Hibernate nya, setelah itu baru kita bermain Struts nya.. Saya rasa kalau satu per satu cara memikirkannya malah lebih bagus, karena ada kerangka berpikir yang terstruktur, yaitu Struts dan Hibernate..

 

LIRIK LAGU ENGGAN(STEVEN & COCONUT TREEZ)

Chord Steven & Coconut Treez Enggan Author : Chord Frenzy [reff] G Am bukan ku enggan pikirkan masa depan G Am dan juga bukan ku tak berangan-angan G Am tapi ku enggan hidupku jadi beban G Am terkekang aturan yang menyesakkan G Am 3x G G C kupercayakan semua yang tlah kujalani G C dan yang akan terjadi pada yang menggariskan G C jadi yang kuinginkan yang kulakukan yang aku dapatkan G C mengalir sewajarnya nikmati saja G Am G jangan dipikirkan... Am Oo.. ya... dibawa santai... G Am 4x C Bm Am mengalir saja, nikmati saja, yang aku rasa C Bm Am mengalir saja, nikmati saja, ya ku terima [reff2] A Bm bukan ku enggan pikirkan masa depan A Bm dan juga bukan ku tak berangan-angan A Bm tapi ku enggan hidupku jadi beban A Bm terkekang aturan yang menyesakkan

 

LIRIK LAGU FALLIN(Saint Loco)

FALLIN [intro] F#m D E Bm F#m D E I never felt like this before Bm Between us there is something more F#m D U gave me love that's true E Bm I know now my heart beats for u F#m D I feell u in the wind E The rain and the sun Bm And all my burdens gone F#m D I won't let you go E Bm Never let you go [intro] F#m D E Bm [reff] F#m D A Fallin.. I'm fallin.. E I'm fallin for u F#m D A E Fallin.. I'm fallin.. [rapp] F#m D E Bm Check it It --- from my heart yeah im break down to the --- yawh i'm a dessert desperate for the fall of rain I'm a wound try to heal now can u cover this pain Just like the prodigal son running back to his father Like a child that cry for the love of a mother I'm knocking on u door I'm calling for your name Just let me in so I will never be the same Please take away all this pleasure from my shoulder Show me the way to find the ultimate pleasure [interlude] F#m D A E F#m...

 

kasus Gayus Tambunan

Liputan6.com, Jakarta: Mungkin tersangka mafia hukum Gayus Tambunan adalah pegawai pajak terkaya di dunia. Ratusan miliar rupiah dikantongi mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak golongan IIIA itu. Setelah awalnya menerima suap Rp 28 miliar, jumlahnya membengkak setelah ditemukan sepuluh safety box yang tersimpan di tiga bank. Dalam salah satu safety box ada barang berharga senilai Rp 74 miliar. Barang itu terdiri dari 31 batang emas sebesar 100 gram dan uang tunai dalam mata uang dollar Amerika Serikat dan dolar Singapura. Sedangkan sebelumnya Badan Penyidik Direktorat Pidana Korupsi dan "White Collar Crime" Badan Reserse Kriminal Polri menyita uang sebesar Rp 60 miliar. "Sangat tidak biasa dan sangat luar biasa," kata Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Direktorat Pajak Wahyu Tumakaka di dalam acara Barometer, Rabu (30/6). Dalam kasus fenomenal ini banyak tentunya pihak-pihak yang terlibat. Namun menurut Wahyu persoalan ini tak bisa ditarik garis lurus. Dengan kata lain pihak lain bisa saja terlibat. "Saya kira kejahatan itu tidak linier," tutur Wahyu. Pengamat Perpajakan Universitas Indonesia Darussalam sepakat dalam hal ini. "Dalam kasus Gayus yang menarik ini akan melibatkan banyak orang. Tidak hanya di Dirjen Pajak. Bisa saja dari instansi lain," jelas Darussalam. Dalam kasus ini, Mabes Polri telah menetapkan dua atasan Gayus Tambunan di Direktorat Jenderal Pajak sebagai tersangka. Keduanya adalah Maruli Pandapotan Manurung dan Humala Napitupulu. Maruli dan Humala rekanan satu tim Gayus dalam penanganan perkara pajak PT Surya Alam Tunggal. Wakil Kepala Divisi Humas Brigadir Jenderal Polisi Zainuri Lubis cukup puas dengan pencapaian ini. "Ketika kita sudah dapat dua tersangka, itu kemajuan sudah luar biasa," ucap Zainuri. Kasus ini pun sudah dinyatakan lengkap alias P21 dalam waktu kurang dari dua bulan. Namun menurut Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho, upaya polisi tetaplah lamban. Alasannya, menurut Emerson, posisi Gayus sangat strategis. Dan ia yakin masih ada lebih dari dua orang atasan Gayus Tambunan yang terlibat. "Saya pikir ada belasan," kata Emerson. Saat diperiksa penyidik Mabes Polri, Gayus mengakui ada 12 orang terlibat dalam kasus ini. Sebagian berada di lingkungan Kementerian Keuangan dan sisanya pejabat eselon II. Perihal 12 orang ini, Mabes Polri masih menyelidiki. Polisi tak ingin terburu-buru dalam kasus ini untuk segera menetapkan tersangka. "Bagaimanapun kita harus hati-hati," jelas Zainuri. Menurut Wahyu, dari 12 orang, enam di antaranya sudah direhabilitasi. Sementara dua orang menjadi tersangka dan empat lainnya mendapat hukuman disiplin. Emerson berharap ada bentuk pengawasan yang lebih tegas. Langkah ini bertujuan untuk memberi efek jera bagi pelaku korupsi di Dirjen Pajak yang melanggar kesepakatan bersama. Ini disetujui Darussalam. "Saya sepakat bagi mereka, teman-teman di Dirjen Pajak, yang tidak mau mengubah paradigmanya, dihukum seberat-beratnya. Itu konsekuensi logis," ujar Darussalam. Soal ini Wahyu menambahkan, saat ini Dirjen Pajak sudah bekerja sama dengan polisi untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat pidana. "Kalau kami menemukan suatu tindak pidana yang merupakan ranah, pidana kami janji akan menyerahkan kepada kepolisian," janji Wahyu.(AIS)